Ucapan Selamat Para Pemimpin Dunia kepada Joe Biden dan Kamala Harris

Ucapan Selamat Para Pemimpin Dunia kepada Joe Biden dan Kamala Harris

Ucapan Selamat Para Pemimpin Dunia kepada Joe Biden dan Kamala Harris – Joe Biden Resmi Dilantik Pada Hari Ini pada tanggal 21 Januari 2021 Untuk memimpin Warga Amerika Setelah Melalui Proses Panjang Pilihan Presiden Melawan Donald Trump. Joe Biden Sendiri Tidak Mudah Untuk Mendapatkan Hasil Yang Maksimal Dalam Pemilihan Presidne Pada Tahun ini, Dimana Joe Biden banyak Dapat Rintangan dan Kontroversi Pada Pemilihan tersebut.

Ucapan Selamat Para Pemimpin Dunia kepada Joe Biden dan Kamala Harris

ucapan-selamat-para-pemimpin-dunia-kepada-joe-biden-dan-kamala-harris
Sumber : kompas.com

www.em-dat.net – Joe Biden yang diangakat dari Partai Demokrat ini berhasil memenangkan pilihan presiden untuk menggantikan donald trump.

Kini Petinggi – petinggi dunia ucapkan selamat pada Joe Biden dan Pasangannya Kamala Harris yang telah resmi dilantik sebagai presiden dan Wakil Presiden amerika serikat ke – 46 di gedung capitol Hill.

Tak Hanya Itu, Kini rival dan sekutu AS di era mantan pemerintahan Donald Trump turut memberikan ucapan selamat kepada Biden. beberapa dari mereka juga menyampaikan harapan untuk bisa bekerja sama dengan pemerintahan Biden yang akan datang.

Tak Hanya Itu, Kini rival dan sekutu AS Yang Dulunya di era mantan pemerintahan Donald Trump turut memberikan ucapan selamat kepada Biden. tak sedikit dari mereka juga menyampaikan agar kedepanyya untuk bisa bekerja sama dengan pemerintahan Biden yang akan datang.

Uni Eropa

Presiden Dewan Eropa Charles Michel Yang mencuit ucapan selamat kepada Biden dan Wapres Kamala Harris di account Twitternya.

“Saatnya kembali membangkitan keyakinan & akal sehat serta meremajakan hubungan UE-AS kita,” di cuitannya.

tak hanya itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen termasuk optimis bersama dilantiknya presiden berusia 78 th. itu.

“Eropa siap untuk awal yang baru,” ujarnya.

Rusia

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebutkan Rusia akan membangun “hubungan baik bersama Amerika Serikat”. Sementara pernyataan Kementerian Luar Negeri menyebutkan mereka menghendaki pendekatan “yang lebih konstruktif” untuk percakapan pengendalian senjata yang akan datang.

AS dan Rusia akan membicarakan perpanjangan perjanjian senjata nuklir New START 2010, tak lama setelah pelantikan Biden.

Jerman

Presiden Jerman Ffrank-Walter Steinmeier mengaku ‘sangat lega’ Biden mengambil alih Trump sebagai presiden AS. Ffrank-Walter Steinmeier menyebut hari pelantikan Biden sebagai “hari yang baik untuk demokrasi”.

Jerman berharap AS di pihak kita sebagai mitra yang terlalu diperlukan didalam menanggulangi pandemi virus corona, perubahan iklim, persoalan keamanan, pengendalian dan pelucutan senjata, serta banyak konflik mendesak di semua dunia,” ujarnya.

Prancis

Juru berbicara pemerintah Prancis Gabriel Attal menyebutkan prinsip Biden untuk berhimpun ulang bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan perjanjian iklim Paris “sangat penting” sesudah Trump nampak berasal berasal dari organisasi dan perjanjian itu.

Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson, yang dikenal dekat bersama Trump, berharap dapat bekerja mirip bersama Biden. “Untuk perjuangan kita melawan Covid dan lintas perubahan iklim, pertahanan, keamanan, dan didalam mempromosikan dan merawat demokrasi, object kita adalah mirip dan negara kita dapat bekerja mirip untuk mencapainya,” kata Boris.

Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani memuji lengsernya “tirani” Trump bersama berulang kali berharap AS mencabut sanksi AS atas usaha nuklirnya. Terlebih selama masa kampanye, Biden diketahui mengidamkan AS ulang didalam perjanjian nuklir Iran asalkan Teheran ulang terhadap kepatuhan ketat.

“Hassan Rouhani Berharap (pemerintahan Biden) untuk ulang ke hukum dan prinsip dan cobalah didalam empat th. ke depan, jika mereka bisa, untuk menghalau noda-noda selama empat th. terakhir,” kata Rouhani.

Palestina

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengemukakan ucapan selamat kepada Biden dan Harris, seraya berharap mereka sukses menghadapi tantangan besar ke depannya. Abbas juga tunjukkan harapannya untuk bekerja mirip bersama AS didalam menciptakan kedamaian dan stabilitas dunia.

“Kami siap untuk bekerja mirip menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia,” tulis Abbas didalam suratnya layaknya diwartakan WAFA.

Israel

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang populer dekat dengan Trump, mendesak Biden untuk “memperkuat” aliansi lama pada ke-2 negara.

“Benjamin Netanyahu berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk lebih memperkuat aliansi AS-Israel, untuk terus memperluas perdamaian pada Israel dan dunia Arab dan untuk menghadapi tantangan bersama. Tak Lain ancaman yang ditimbulkan oleh Iran,” ucapnya didalam sebuah video.

Ucapan Selamat Para Pemimpin Dunia kepada Joe Biden dan Kamala Harris

NATO
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga ikut bersuara setelah dilantiknya Biden.

“Ikatan pada Amerika Utara dan Eropa adalah dasar keamanan kami, dan NATO yang kuat, baik untuk Amerika Utara dan Eropa,” ujarnya.

“Sekutu NATO perlu berdiri dengan untuk mengatasi konsekuensi keamanan berasal dari kebangkitan China, ancaman terorisme, juga di Afghanistan dan Irak, dan Rusia yang lebih tegas,” tambahnya.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga turut menambahkan ucapan selamat atas terpilihnya Biden menjadi Presiden AS dan Harris sebagai Wapres AS. “Selamat untuk @JoeBiden dan @KamalaHarris. Saya menghendaki sanggup bekerja mirip bersama Anda untuk lebih memperkuat Aliansi Jepang-AS dan meyakinkan perdamaian, kebebasan, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya,” ujar Yoshihide di dalam twitnya.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menghendaki sanggup bekerja mirip bersama AS untuk perdamaian di Afghanistan. “Selamat @JoeBiden & @KamalaHarris. Nantikan KTT Global perihal Demokrasi dari Presiden Terpilih Biden dan bekerja dengannya untuk mengakhiri surga pajak ilegal dan penyamaran kekayaan bangsa oleh LDR korup. Kami termasuk bakal tetap bekerja bersama AS untuk perdamaian di Afghanistan dan di kawasan ini,” tulis Khan di dalam twitnya.

Ucapan Selamat dari Meksiko hingga Vatikan

Selain itu, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador juga tak ketinggalan mengirim ucapan selamat.

Dia berharap Presiden terpilih Joe Biden baik-baik saja sebelum pelantikannya pada hari Rabu.

Dalam pengarahan hariannya, Lopez Obrador juga mengatakan pandemi virus corona, pemulihan ekonomi, dan migrasi akan menjadi bidang utama dalam hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.

“Ketiga tema itu sangat penting: pandemi, pemulihan ekonomi, dan migrasi,” katanya. Lopez Obrador juga mengatakan Biden harus mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan status imigrasi orang Meksiko yang bekerja di AS.

Sementara itu, dalam serangkaian tweet, Perdana Menteri India Narendra Modi menawarkan “ucapan selamat terhangat” untuk Biden dan Harris.

Tak ketinggalan, Presiden Pakistan Imran Khan juga mengirim ucapan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris.

Paus Fransiskus pun juga mengirim doa untuk kepemimpinan Biden.

Selanjutnya, Presiden Chile Sebastian Pinera menulis cuitan di Twitternya, “Hari ini @JoeBiden menjabat sebagai Presiden AS ke-46. Pemerintahannya akan memiliki misi untuk menyembuhkan jiwa negara dan memperkuat persahabatan sipil.”

“Komitmen terhadap demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia tidak mengenal batas. Saya berharap yang terbaik untuk Presiden Biden.”

Presiden Kolombia Alvaro Uribe pun juga mendoakan kesuksesan bagi pemerintahan Joe Biden.

“Semua yang terbaik bagi AS dan Joe Biden Pemerintah AS:. Demokrasi Teladan dan mendasar sekutu,” tulis Uribe di Twitter dalam bahasa Spanyol.

Presiden Indonesia

“Selamat dari saya untuk Joe Biden dan Kamala Harris atas pemilihan bersejarah Anda. Hasil yang sangat besar ini adalah cerminan dari harapan yang ditempatkan pada demokrasi,” kata Jokowi, di akun Facebook dan Instagram resminya, dikutip Minggu (8/11/2020).

Perdana Menteri Fiji

Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama tampaknya menjadi kepala negara pertama di dunia yang mengirim pesan ucapan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris.

Frank Bainimarama menyampaikan selamat kepada Biden bahkan pada saat Biden mengantongi 253 suara elektoral, sementara Trump 214 suara elektoral.

“Selamat, @JoeBiden,” kata Frank Bainimarama melalui cuitan di akun Twitter, dikutip Minggu (8/11/2020).

Perdana Menteri Australia

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan “Presiden terpilih telah menjadi teman baik Australia selama bertahun-tahun”

Ia bilang Biden akan mengambil peran tersebut pada saat yang genting saat dunia memerangi pandemi Covid-19.

“Kepemimpinan Amerika sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ini dan menegakkan aturan, norma, dan standar komunitas internasional,” kata Morrison.

Presiden Korea Selatan

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam akun Twitternya berharap untuk bekerja dengan Biden dan Harris.

“Aliansi kami kuat dan ikatan antara kedua negara sangat kuat,” kata Moon.

Perdana Menteri India

Perdana Menteri India Narendra Modi terhitung mengucapkan kepada Biden, lebih-lebih sempat mengungkit selagi kiprah Biden selagi masih jadi wakil presiden AS 4 tahun lalu.

“Selamat @JoeBiden atas kemenangan spektakuler Anda! Saat jadi wakil presiden, kontribusi Anda untuk memperkuat interaksi India-AS terlampau mutlak dan tak ternilai. Saya berharap mampu bekerja serupa sekali kembali untuk membawa interaksi India-AS ke tingkat yang lebih tinggi”

Modi terhitung secara spesifik mengucapkan kepada Kamala Harris, wakil presiden baru AS ini sebetulnya miliki kedekatan dengan India, sebab miliki darah India.

“Keberhasilan Anda sungguh luar biasa, dan merupakan kebanggaan yang terlampau besar tidak hanya untuk anak-anak Anda, tapi terhitung untuk seluruh orang India-Amerika. Saya percaya bahwa interaksi India-AS bakal makin kuat dengan bantuan dan kepemimpinan Anda”

Calon presiden berasal dari Partai Demokrat Joe Biden dengan pasangannya Harris selanjutnya memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) mengalahkan petahana berasal dari Republik, Trump-Pence sesudah mencapai sebanyak 290 electoral votes.

Berdasarkan information AP terhadap Minggu pagi (8/11/2020) selagi Indonesia, Biden mencapai 290 electoral votes, selagi petahana Trump hanya 214 suara elektoral. Jumlah itu melampaui ambang batas 270 electoral votes berasal dari total 538 electoral votes untuk mampu memenangkan Pilpres AS.

Raihan 290 suara elektoral oleh Biden terjadi sesudah sang wapres jaman Presiden Barack Obama itu mendapatkan kemenangan tipis di negara anggota Pennsylvania yang miliki 20 electoral votes, dengan mencapai 49,7% suara, selagi Trump 49,2%.