Kilas Balik Gempa dan Tsunami 2004

Kilas Balik Gempa dan Tsunami 2004

Pada tahun 2004 lalu dunia telah berduka karena terjadi gempa dan tsunami di samudra Hindia. Gempa dengan kekuatan 9,3 skala richter tersebut telah meluluh lantakan beberapa negara yang berbatasan langsung dengan samudra hindia. Bencana alam global terjadi pada desember 2004 lalu ini. Pusat gempa ini berada di dalam samudra Hindia. Kekuatan gempa yang setara dengan 24 bom atom Hiroshima ini telah menimbulkan tsunami dengan ketinggian mencapai 30 meter. Tsunami tersebut menghantam setidaknya 3 negara berbeda. Thailand, Indonesia dan Filipina adalah negara – negara yang mengalami dampak paling buruk. Di Indonesia provinsi Aceh adalah provinsi yang paling serius terkena dampak dari Gempa dan Tsunami ini. Sehari sejak peristiwa tersebut terjadi hampir 150 ribu orang dinyatakan meninggal dunia dan ratusan ribu lainnya menghilang. Bencana alam yang sangat mengerikan ini meratakan hampir semua bangunan dan gedung – gedung. Banyak korban yang terseret arus karena tinggi gelombang yang mencapai lebih dari 30 meter.

Mayat – mayat bergelimpangan di jalan. Tangisan korban membuat situasi makin mencekam. Banyak anak – anak yang kehilangan orang tua. Tenda – tanda pengungsian didirikan seadanya. Jaringan listrik yang terputus membuat malam – malam para korban menjadi gelap gulita. Gempa tersebut kembali di susul dengan gempa – gempa kecil lainnya. Seluruh akses menuju tempat bencana terputus. Kegiatan perekonomian terhenti total, kegiatan – kegiatan sosial lainnya turut terhenti. Banyak orang yang hilang akibat bencana ini. Bantuan dari seluruh dunia mengalir dengan cepat. Dari banyak negara yang terkena dampak dari gempa dan tsunami, Indonesia yang paling parah dalam segi kerusakan dan korban. Setelah hampir belasan tahun berlalu trauma tersebut masih tetap melekat pada para penduduk aceh. Trauma yang sangat nyata akan bencana alam terbesar yang pernah terjadi di dunia. Dengan kekuatan lebih dari 9 skala richter gempa di samudra hindia ini termasuk gempa terbesar dalam sejarah abad 21.

Selama rentang waktu yang cukup lama Aceh telah memperbaiki semua aspek kehidupan di kotanya. Kota – kota yang dulu luluh lantak kini telah dibangun kembali dengan bantuan – bantuan dari luar negeri. Kehidupan masyarakat mulai kembali berjalan walau tidak semuanya berjalan dengan mulus dan pemerintah juga telah membuat pendeteksi peringatan dini gempa dan tsunami. Kehilangan keluarga dan tempat tinggal membuat trauma tersendiri yang akan mereka bawa seumur hidup. Aceh mulai menata kembali tiap segi kehidupan mereka. Anak – anak yang kehilangan orang tua tinggal di panti – panti baru yang terbentuk setelah bencana tersebut terjadi. Orang – orang yang hilang dan tidak pernah ditemukan membuat bencana ini begitu mengerikan. Kilas balik kisah mengharukan dan mengerikan dari bencana tahun 2004 ini dapat dinikmati di museum – musem bencana di Aceh dan monument – monument peringatan di kota tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *