Heboh! Fakta Temuan Mayat dalam Karung di Gowa

Heboh! Fakta Temuan Mayat dalam Karung di Gowa – Penemuan jenazah laki-laki terbungkus karung putih di Desa kecil Biringromang, Desa Panaikang, Kabupaten Panaikang, Provinsi Sulawesi Selatan, membuat kaget warga sekitar.

Heboh! Fakta Temuan Mayat dalam Karung di Gowa

Sumber : bonepos.com

em-dat – Pada Sabtu (6/3/2021) sekitar pukul 21.19 WITA, jasad pria tersebut ditemukan dalam karung di semak-semak kebun singkong.

Usai menerima laporan tersebut, tim Inafis dan DVI melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga Minggu (7/3/2021) pagi.

Berikut ini beberapa Fakta Temuan Mayat dalam Karung di Gowa yang di kutip dari tribunnews:

1. Pelaku di Bawah Umur

Sumber : jambilink.com

Polisi menangkap pelaku pembunuhan di sebuah karung di Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku ternyata adalah anak laki-laki berusia 15 tahun, di bawah umur.

AKP Jufri Natsir, Ketua Tim Reserse Kriminal Kepolisian Gaowa, mengatakan: “Singkatan pelaku adalah AM dan anak di bawah umur. Usianya masih 15 tahun”.

Pagi (AM) dini hari kemarin (8/3), atau sekitar 24 jam setelah jenazah korban ditemukan, pada Sabtu (6/3) malam, polisi di puncak Tompo Bulu di Gova melakukan penangkapan. SAYA. Pagi harinya, dia dibawa ke kantor polisi Gaowa.

AKP Jufri mengungkapkan motif sementara pelaku AM membunuh korban adalah perampokan. Dikatakan, AM berharap bisa menguasai harta benda korban berupa telepon genggam dan sepeda motor.

Yufry berkata: “Motifnya adalah perampokan sementara, dan kami masih mengeksplorasi.”

Selain menangkap pelaku, polisi juga melindungi ponsel dan sepeda motor korban sebagai barang bukti.

Yufri menjelaskan: “Buktinya korban mencuri barang-barang berharga milik korban. Ada juga yang membatik.”

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (6/3) WIB pukul 21.15, warga yang dibungkus menemukan jenazah pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Jama (30) itu. Di sebuah taman di Desa Panaikang, Kecamatan Gowa Pattalassang, ditemukan jenazah Jama yang mengeluarkan bau busuk.

Tempat ditemukannya jenazah jauh dari pemukiman penduduk, sekitar 3 kilometer. Tempat mayat ditemukan adalah ruang terbuka.

Namun, tempat ditemukannya jenazah itu ditumbuhi pepohonan dan rumput gajah.

Baca juga : Seluk Beluk Investigasi Kecelakaan Penerbangan di Indonesia

2. Identitas Korban

Sumber : sulsel.inews.id

Identitas jenazah ditemukan di sebuah karung di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban disebut Jama.

Indra Mappabella (Indra Mappabella), Kepala Desa Kecil Desa Panaikang, Kecamatan Patarasan, Kabupaten Gowa, mengatakan, warga sekitar biasa memanggil korban Jama. Namun, warga tidak mengetahui usia Jama.

Dia berkata: “Warga biasa di sini memanggilnya Jama, tapi kami tidak tahu nama lengkapnya. Jelas dia dari Bulukumba. Dia sudah tinggal di sini selama dua tahun.”

Tak hanya dibunuh, barang berharga milik korban, yakni ponsel dan sepeda motor, juga dinyatakan hilang dan dibawa pelaku.

“Seorang warga setempat bernama Daeng Nai telah menghubungi nomor telepon korban, perempuan yang mengadopsinya. Kata perempuan itu adalah ponsel korban dan dijadikan jaminan karena ada yang mengambil rokok dan bensin. Di kawasan Bentengang, Biring Bulu Maros. ” Kata Indra.

Terkait hilangnya barang berharga milik korban, pihak kepolisian mengakui hal ini juga akan menjadi bahan penyidikan, bahkan bisa menjadi petunjuk untuk mengungkap pelaku.

AKP M. Tambunan, Kepala Humas Kepolisian Gaowa, mengatakan, “Kami masih menyelidiki dan akan mengumpulkan barang bukti dulu.”

Diberitakan sebelumnya, pada pukul 21.15 pada Sabtu, 6 Maret 2021, di WITA, warga ditemukan jenazah dalam karung di bawah pohon di perkebunan ubi jalar di Desa Panaikang, Kabupaten Gowa Kecamatan Patalassang.

3. Dikuburkan Secara Protokol Covid-19

Sumber : lintasterkini.com

Jenazah JA (30 tahun) dimakamkan di Pemakaman Balangpunia di Dusun Balangpunia, Desa Panakan, di Pattallassang, Provinsi Sulawesi Selatan, Gowa Selatan, pemakaman para korban yang mayatnya ditemukan di karung dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19. Hanya anak-anak NU (8 tahun) dan MA (5 tahun) yang tinggal di panti asuhan yang menghadiri pemakaman korban.

Kapol Pattallassang IPTU Rasyid mengatakan: “Kami menguburkan jenazah menurut organisasi agama Islam karena keluarga besar korban tidak melakukan otopsi di RS Bhayangkara sampai selesai diotopsi,” Rasyid.

Selain partisipasi dua anggota keluarga, seluruh proses pemakaman dilakukan dengan bantuan kepala desa dan warga Pattalasang Gowa.

IPTU Rasyid mengatakan: “Mengingat datangnya keluarga besar tanpa korban, kepala desa dan warga Pattallassang menyediakan pemakaman ini.”

Kapolsek Gaowa AKBP Budi Susanto (BBP Susanto) secara individu membenarkan dan mengucapkan terima kasih kepada kepala desa atas kuburan yang dikuburkan untuk korban tersebut.

AKBP Budi mengatakan: “Terima kasih kepada kepala desa dan warga yang telah membantu menguburkan tanah atas upayanya agar jenazah dapat dimakamkan dengan benar.”

Sebelumnya, pada Sabtu malam, 6 Maret 2021, warga Desa Panaikang, Jalan Patalassang, Kabupaten Gowa menemukan jenazah di dalam karung. Mayat tersebut diduga merupakan korban pembunuhan karena ditemukan banyak luka tusuk dan luka tusuk.

Dari hasil otopsi di Rumah Sakit Bayankala, diduga korban telah meninggal dunia tiga hari sebelum ditemukan.

Baca juga : Fakta-fakta Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos

4. Mayat Penuh Luka Bacok dan Tusukan

Sumber : news.detik.com

Warga Desa Panaikang Kabupaten Gowa Kecamatan Pattalassang dikejutkan dengan ditemukannya jenazah pada Sabtu (6/3/2021) malam. Jasadnya dibungkus karung. AKBP Idrus mengatakan, jenazah yang ditemukan akan diotopsi.

Ia mengatakan pada Minggu (7/3/2021) di Biddokes Polda Sulsel Jl Kumala Makassar: “Belum ada hasil. Otopsi akan dilakukan. Tentu akan dilakukan tes DNA untuk menguji barang bukti yang ditemukan di TKP.) .

Menurut Edwards, jenazah yang ditemukan adalah seorang pria yang diperkirakan berusia 30 tahun.

“Identitasnya tidak diketahui. Dia berkata:” Baru belakangan ini korban ditemukan berjenis kelamin laki-laki, sekitar 30 tahun. ”

Selain itu, Biddokkes juga berencana mengizinkan korban melakukan otopsi secara internal dan eksternal.

AKBP Idrus mengatakan, Kasubdit Dokpol Biddokes Polda Sulsel mengatakan saat ditemukan jenazah korban mengeluarkan bau tidak sedap.

Dia mengatakan korban membusuk selama sekitar dua hingga tiga hari. AKBP Idrus menyatakan korban mengalami luka tusuk dan menemukan luka tusuk.

“Karena memang ada luka tusuk dan luka tusukan, artinya ini tersangka korban pembunuhan. Apalagi memasukkan korban ke dalam karung berarti menghilangkan jejaknya,” jelasnya.

Edrus mengaku, jenazah korban baru akan ditemukan setelah hasil otopsi dirilis.

Dia mengatakan: “Setelah jenazah di kamar mayat, luka akan ditemukan setelah diotopsi. Rencananya siang ini akan dilakukan otopsi di dalam dan di luar tubuh. Dia menjelaskan, penyidik ​​sudah meminta diotopsi.