Fakta Lengkap Perampokan Bersenpi di Semarang

Fakta Lengkap Perampokan Bersenpi di Semarang

Fakta Lengkap Perampokan Bersenpi di Semarang – Teguh Murtino, karyawan distributor elpiji, ditugaskan perseroan merampok dengan harga Rp563 juta. Perampokan itu juga terekam oleh televisi sirkuit tertutup (CCTV).

Fakta Lengkap Perampokan Bersenpi di Semarang

Sumber : regional.kompas.com

em-datPeristiwa itu terjadi pada Selasa (19/1/2021) sekitar pukul 08.20 WIB, di Jalan Krakatau VIII depan Taman Nias I Karangtempel, Semarang Timur, Jawa Tengah. Setelah melakukan serangkaian penyidikan dan penyidikan, polisi berhasil menangkap lima dari enam perampok.

Mereka adalah Rahmat di Lampung (39), Frans Panjaitan di Lampung (36), Vidi Kondian di Lampung (30), Maftuhi di Lampung (25) dan M. Agus Irawan di Ungaran di Semarang (38). Pelaku ditangkap polisi di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (21/1/2021).

Perampokan itu sendiri melibatkan sekelompok orang di Lampung. Pasalnya, tiga dari dua pelaku merupakan warga Lampung. Dilihat dari hasil pemeriksaan polisi, perampokan itu direncanakan dua bulan sebelum kejadian.

Tak hanya itu, perampokan itu sebenarnya direncanakan oleh seorang sopir perusahaan bernama Susanto (39 tahun), warga Semarang Gaamsari. Berdasarkan hasil penyidikan, peran pelaku adalah memberikan foto-foto korban Teguh setiap hari. Berikut Fakta Perampokan Bersenpi di Semarang di kutip dari Kompas.com:

1. Kronologi Kejadian

Sumber : regional.kompas.com

Perampokan yang dialami korban Teguh bermula saat perusahaan menugaskannya untuk mengumpulkan uang. Berdasarkan rekaman CCTV, korban keluar dari mobil Toyota Avanza dengan membawa tas punggung berisi 365 juta rupiah.

Tiba-tiba, empat pelaku sedang mengendarai sepeda motor matik dan sport. Salah satu pelaku sepeda motor matic turun dan langsung menodongkan senjata ke arah korban. Saat senjata diarahkan ke sana, korban tidak bergerak.

Kemudian, pelaku merampas tas yang dibawanya dan melarikan diri. Korban melihat tasnya berpindah tangan, kemudian berteriak minta tolong, berusaha memburu pelaku. Namun upaya tersebut sia-sia karena pelaku berhasil melarikan diri. Setelah kejadian tersebut, korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Semarang Timur.

Baca juga : Pemimpin militer Myanmar Jelaskan Alasan Kudeta

2. Pelaku ditangkap, kelompok Lampung

Sumber : suara.com

Setelah menerima laporan korban, polisi langsung melakukan penyidikan hingga akhirnya berhasil menangkap lima dari enam pelaku. Kelima pelaku tersebut adalah Rahmat Lampang (39), Frans Panjaitan dari Lampang (36), Vidi Kondian dari Lampang (30), Maftuhi dari Lampang (25) dan M.

Agus Irawan dari Ungaran Semarang (38).). Kapolres Semarang Irwan Anwar dalam kasus di Mapolda Semarang, Jumat (22/1/2021), mengatakan: “Mereka adalah M. Agus dari Lampung dan dari Kabupaten Semarang. Kelompok Irawan,”

Sebelumnya, pelaku, M Agus Irawan, memiliki toko pijat dan salah satu karyawannya adalah Frans Panjaitan. Ia mengatakan: “Karena itulah para pelaku ini akhirnya saling mengenal dan saling tukar menukar antara masyarakat Semarang dan Lampung.”

3. Sudah direncanakan dua bulan, didalangi sopir perusahaan

Sumber : jateng.tribunnews.com

Kombes Pol Wihastono, Kepala Badan Reserse Kriminal Polda Jateng, mengatakan pencurian itu direncanakan sekitar dua bulan lalu dan melibatkan orang dalam. Hal senada diungkapkan AKBP Indra Mardiana, Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Semarang, yang mengatakan perencana perampokan melibatkan orang dalam.

Pelakunya adalah Susanto (39 tahun), warga Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah. Indra menyebut Susanto adalah pengemudi perusahaan. Ia ditangkap di Ketileng SPBU Semarang pada Minggu (24/1/2021) malam.

Pada Senin malam, di tempat kejadian perampokan, AKBP Indra Mardiana, Ketua Tim Reserse Kriminal Polres Semarang, mengatakan: “S nama pelaku memang sudah diperbaiki tadi malam dan masih dalam pemeriksaan.” ( 25/1/2021 Indra mengatakan, hasil perampokan tersebut dialokasikan Rp 90 juta kepada enam pelaku.

Padahal, sebagian uang yang digunakan pelaku adalah Rp 68 juta. Dia berkata: “Sebagian uang telah dihabiskan untuk kebutuhan pribadi dan perawatan kendaraan.”

4. Peran pelaku Susanto

Sumber : rakyatjateng.fajar.co.id

Berdasarkan hasil penyidikan, peran pelaku adalah memberikan foto-foto korban Tegu setiap hari. Ia mengatakan: “Siapa yang menyediakan dan memetakan situasi orang atau kehidupan sehari-hari saksi (Tegu) tentang pernyataan tersebut.”

Saat perampokan terjadi, Susanto mengajak karyawan lain untuk mengambil piggy dan berpura-pura mengejar pelaku korban perampokan. “Ya (pura-pura mengejar), ketika kami melihat (sebelum rekonstruksi) dan mengetahui dari informasi bahwa kami sempat menggunakan kendaraan karena dia sedang bekerja.

Ketika kami datang ke TKP, seorang teman bergabung dengan crowdfunding Dan mengejar. “Dia menjelaskan.

5. Susanto bantah dalangi perampokan

Sumber : m.jpnn.com

Kepada para petinggi, Susanto membantah telah memantau operasi saat kejadian itu terjadi. Dia beralasan ingin bekerja ketika kejadian itu belum terjadi.

Susanto mengatakan: “Saya belum datang saat kejadian. Saya sedang dalam perjalanan ke tempat kerja.” Salah satu pelaku perampok, Frans Panjaitan, mengaku diberi tahu oleh Susanto. Belakangan, korban membawa dua barang bawaan di tangannya. mobil.

Setelah mengetahui hal tersebut, mereka kemudian memantau bagian belakang pabrik dan langsung mengambil tindakan setelah korban turun dari mobil. Prancis menunjuk Susanto dan berkata, “Dia memberitahuku ada dua tas di dalam mobil.”

Baca juga : Fakta Perampokan SPBU di Bali

6. Polisi amankan barang bukti, pelaku terancam sembilan tahun penjara

Sumber : headtopics.com

Dalam penangkapan tersebut, polisi memperoleh barang bukti pidana berupa tiga buah revolver rakitan, 26 butir peluru 9mm, dan 3 butir peluru 5.56mm. Kemudian, 1 peluru kosong kaliber 5,56 mm, 1 peluru kaliber 3,8 mm, uang tunai Rp 292 juta, 2 unit sepeda motor Satria dan Vario serta 4 buah helm ditembakkan.

Penanggung jawab Semarang mengatakan: “Sempi milik Frans Panjaitan, Maftuhi dan Rahmat. Mereka beli di Lampung seharga Rp 15 juta plus peluru. Uang ini belum dipakai, tapi sekitar 90 juta sudah dialokasikan untuk masing-masing, Kata penanggung jawab Semarang.

Komisaris Polisi Irwan Anwar. Pelaku yang ditangkap didakwa melakukan tindak pidana yaitu Pasal 365 KUHP, Pasal 55 KUHP, dan Pasal 56 KUHP atas tindak pencurian dengan kekerasan dan divonis 9 tahun penjara.