Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Kian Parah

Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Kian Parah – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Provinsi Riau semakin parah pada Selasa (23/2/2021). Salah satu kebakaran lahan gambut terparah terjadi di kawasan Kota Dumai.

Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Kian Parah

Sumber : tirto.id

em-dat – Dari video surveillance yang menunjukkan luas lahan yang terbakar. Dalam video tersebut, Anda dapat melihat beberapa titik api, lebarnya sangat besar sehingga akan mengeluarkan asap dan menyebar.

Beberapa titik api nampaknya terus membakar lahan kering. Lahan yang terbakar tampak seperti kotak. Dalam hal ini ancaman kabut asap Bumilancang Kuning semakin parah.

Ismail Hasibuan, Kepala Manggala Agni Sumatera V, yang diidentifikasi sebagai Daerah Operasi (Daops) Dumai, mengatakan saat ini kebakaran hutan dan lahan yang serius terjadi di kawasan Sungai Negeri Sembilan, Dumai Gongcun.

Saat dihubungi Kompas.com melalui telepon pada Selasa malam, Ismail mengatakan: “Padahal, kebakaran di kawasan Lubgun kini sudah sangat parah. Saat ini warga kami dari Mangala Agni masih mengalami pemadaman listrik.”

Berikut ini beberapa Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau :

1. Petugas Berjibaku Memadamkan 29 Titik Kebakaran

Sumber : regional.kompas.com

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di banyak wilayah di Provinsi Riau. Petugas gabungan dari Kepolisian Nasional, Badan Intelijen Nasional Turki, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), Mangala Agni dan Komunitas Peduli Kebakaran (MPA) semuanya bekerja untuk memadamkan api agar tidak menyebar. Perusahaan juga berpartisipasi dalam pekerjaan pemadaman listrik.

Inspektur Kepala Polda Riau Setya Imam Effendi mengatakan, dari 36 titik api, 29 titik api dan kebakaran lahan terjadi di wilayah Riau.

Agung mengatakan: “Berdasarkan data harian Polda Riau yang menangani kebakaran hutan dan lahan hingga Kamis, 18 September (18/2/2), ada 29 titik api atau kebakaran yang berhasil dipadamkan.”

Ia menjelaskan secara detail, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Perarawan dengan total 10 titik, di antaranya 5 titik untuk Kecamatan Kuala Kampar dan 5 titik untuk Kecamatan Telok Meranti.

Selanjutnya raih skor 17 poin di Kabupaten Indragiri Hilir dan 2 poin di Pulau Burung; Teluk Balengkong 2 poin; Gema 3 poin; Manda 5 poin; 1 poin; Batang Tuka 3 poin, dan Rengat Barat 1 poin.

Kemudian jam 1 di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis dan jam 1 di Desa Sungai Sembilan Kota Dumai.

Menurut Agung, sebagian besar kebakaran di lapangan sudah berhasil dipadamkan. Sebagian besar kebakaran tersebut terjadi di lahan gambut, sehingga sulit untuk dipadamkan.

Tim saat ini sedang mengerjakan pendinginan karena tanah masih mengeluarkan asap dari gambut yang terbakar.

Agung mengatakan: “Tim memadamkan api karena masih mengeluarkan asap tipis. Ini tidak perlu menjadi perhatian, karena api akan kembali ke permukaan gambut.

Ia mengatakan, kesulitan pemadaman listrik juga disebabkan cuaca panas, angin kencang, minimnya sumber air dan akses ke lokasi yang juga jauh dari pos Kahutra.

Meski demikian, tim gabungan masih berupaya memadamkan api di lahan gambut agar asap tidak menyebar ke kawasan pemukiman.

Argonne berkata: “Konvoi terus memadamkan asap agar tidak mengganggu masyarakat.”

Selain pemadaman listrik, Polda Riau juga aktif melakukan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Agung mengatakan: “Polda Riau telah melakukan tindakan preventif dan preemtif berupa pembagian SK agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.”

Baca juga : Jokowi Sangat Berambisi Perbaiki Kinerja Ekonomi RI

2. Ancaman Kabut Asap Semakin Nyata di Riau

Sumber : nasional.kompas.com

Dalam wabah Covid-19 yang belum tuntas, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mengancam masyarakat Provinsi Riau.

Dalam sepekan, titik api kebakaran hutan dan lahan muncul di banyak kawasan Bumilancang Kuning. Padahal, akibat kebakaran lahan gambut, Kota Pekanbaru dipenuhi kabut asap.

Menurut data Badan Meteorologi Iklim dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, arah angin bergerak dari timur laut ke barat daya.

Asap tipis berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Perlawang, Bengal dan Dumai.

Selain mencegah penyebaran Covid-19, Pemprov Riau harus lebih berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Selain itu, pada Senin (22/2/2021), Presiden Joko Widodo memerintahkan Pemprov Riau segera mengendalikan kebakaran hutan dan lahan untuk mencegah kabut asap.

3. Upaya pemadaman

Sumber : nasional.kompas.com

Pemerintah Provinsi Riau telah mengambil langkah cepat untuk mencegah hal tersebut terjadi dengan menetapkan status darurat peringatan kebakaran hutan dan lahan, yang akan berlaku mulai tanggal 15 Februari 2021 hingga 31 Oktober 2021.

Dalam hal penanganan dan pencegahan, Setya Imam Effendi, Kepala Inspektur Polda Riau, mengaku sudah mengerahkan anggotanya untuk memadamkan api dan kobaran api.

Agung mengatakan: “Polisi kami di Provinsi Riau telah menurunkan petugas pemadam kebakaran. Anggota tim tersebut adalah TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Fire Protection Group (MPA).”

Dia mengatakan, alat pemadam kebakaran saat ini sedang diterapkan di wilayah Pelalawan, Indragiri Hilir, Siak, Bengkalis, dan Dumai.

4. Menghadapi kendala

Sumber : antaranews.com

Memadamkan kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut memang tidak mudah, dan butuh waktu. Menurut Agung, kendala yang dihadapi tim Karhutra di alam liar, seperti kabut asap, cuaca panas, angin kencang, tempat terpencil dan minimnya sumber air.

“Di beberapa titik, tim memang terikat dengan air yang mengalir di titik-titik panas.

Agung mengatakan: “Kadang tim harus mencari sumber air jauh dari lokasi. Meski begitu, menurut dia, tim gabungan terus bekerja keras memadamkan api di Pegunungan Kharhutra agar asap tidak menyebar ke Komunitas.

Ia mengatakan: “Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk meramalkan asap dan memantau status kebakaran hutan dan lahan melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara setiap hari.

Oleh karena itu, begitu ada hot spot atau hot spotnya akan langsung diperiksa. Kalau ada titik panas, anggota terdekat akan langsung menghilangkannya, ”kata Agung.

Pada saat yang sama, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kota Dumai dan Bengal.

Luas lahan yang terbakar di dua kawasan ini mencapai puluhan hektare. Kebakaran terjadi di lahan gambut, di mana terdapat perkebunan kelapa sawit, semak dan hutan.

Dumai Ismail Hasiwan, Kepala Daerah Tempur Mangala Agni Sumetra V, mengatakan saat ini tim sedang melakukan pemadaman listrik di empat titik panas.

Keempat lokasi tersebut adalah Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, dan Kabupaten Bengkalis.

Kemudian di Dumai, Desa Mundam di Kecamatan Medang Kampai dan Desa Lubuk Gaung di Kecamatan Sungai Sembilan.

Ismail mengatakan pada hari Selasa: “Area yang terbakar berbeda. Ada yang 6 hektar, ada yang 20 hektar. Kami saat ini sedang bekerja untuk memerangi titik api. Kami telah mengisolasi area yang terbakar.”

5. Peminjaman helikopter

Sumber : regional.kompas.com

Edwar Sanger, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, mengungkapkan Pemprov Riau telah mengajukan proposal penggunaan helikopter water bombing untuk pencegahan dan penanggulangan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Edwar, permintaan tersebut masih diproses oleh pemerintah pusat. “Proses pengajuan helikopter tidak semulus tahun-tahun sebelumnya.

Ini karena tahun ini, hampir semua negara di dunia menghadapi pandemi Covid-19, yang juga mempengaruhi proses peminjaman helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan, ”kata Edvar kepada wartawan, Selasa.

Selain itu, Biro Evaluasi dan Penerapan Teknologi (BPPT) masih menangani teknologi air hujan atau perubahan cuaca (TMC) buatan manusia. Edwar berharap TMC bisa diterapkan di Riau dengan menciptakan hujan buatan.

Dengan cara ini, dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau. “TMC masih memproses.

Kami berharap, jika memungkinkan, TMC ini bisa diselesaikan lebih awal sehingga bisa dicegah saat musim kemarau.

Baca juga : Data Dari BNPB Telah Terjadi 263 Bencana Alam Selama Januari 2021

6. Pemprov Riau Segera Tetapkan Status Siaga Darurat

Sumber : radarpekanbaru.com

Pemerintah Provinsi Riau segera mendeklarasikan kebakaran hutan dan lahan sebagai keadaan darurat (karhutla). Alasan ditetapkannya status siaga darurat ini karena kebakaran hutan dan lahan sudah mulai terjadi di banyak wilayah di Riau.

Gubernur Provinsi Riau Syamsuar mengumumkan penetapan Kalhutra pada rapat koordinasi Kalhutra 2021 yang dipimpin Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan di Gedung Kabupaten Riau Kota Pekanbaru, Selasa (9/2/2021).

“Ini dipimpin Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, karena laporan BMKG di beberapa wilayah Riau sudah memasuki musim panas. Oleh karena itu, untuk Riau segera menetapkan keadaan darurat karhutla, kata Syamsuar kepada Reporter Selasa.

Syamsuar meyakini sesuai arahan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Pemprov Riau akan menjadikan kebakaran hutan dan lahan dalam keadaan darurat pada 2021 dalam waktu dekat. Bulan ini, kami akan menetapkan status siaga darurat untuk Riau Karhutla pada tahun 2021. “Kata Syamsuar.

Syamsuar meyakini, sebelum menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, Pemprov Riau terlebih dahulu mewajibkan daerah dan kota yang dilanda kebakaran untuk menetapkan status siaga darurat.

Syamsuar mengatakan: “Pertama kita minta daerah dan kota untuk menentukan statusnya. Karena paling tidak dua daerah atau kota harus menentukannya, baru provinsi bisa menentukannya.”

Saat ini terdapat empat wilayah yang pernah terjadi kebakaran hutan dan lahan, yaitu Kota Dumai, Kabupaten Sikh, Bengal, dan Rokan Hiril. Syamsuar mengatakan: “Kami berharap keempat wilayah dan kota ini segera menetapkan status peringatan darurat untuk kebakaran hutan dan lahan.”