Fakta Terkait Munculnya Aliran Hakekok Balatasutak di Banten

Fakta Terkait Munculnya Aliran Hakekok Balatasutak di Banten – Belakangan ini masyarakat dan media sosial dihebohkan dengan kemunculan aliran Hakekok Balatasutak atau Hakekok Balakutak. Bagaimana tidak, mereka mandi bersama di rawa-rawa di lingkungan gundul Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Fakta Terkait Munculnya Aliran Hakekok Balatasutak di Banten

Sumber : liputan6.com

em-dat – Sekte Hakekok Balatasutak membuat heboh warga sekitar pada Kamis siang, 11 Maret 2021. Keesokan harinya, masyarakat langsung melaporkan situasi tersebut ke polisi setempat.

“Sebelumnya warga belum ada laporan. Kabarnya mereka hanya mandi bersama. Itu di area penampungan air milik PT GAL. Itu kan air bersih, luasnya sekitar 50×50 meter.” kata Kapolres Ciguelis Iptu Paulus Bayu Triatmaja.

Setidaknya 16 anggota Hakekok Balatasutak ditemukan melakukan ritual yang tidak biasa ini. Mereka terdiri dari 13 orang dewasa dan 3 anak-anak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) rupanya telah memberikan arahan kepada kelompok tersebut. Penanggung jawab MUI Pandeglang Hamdi Ma’ani mengungkapkan hal tersebut.

Hamdi mengatakan dalam pernyataannya pada Sabtu, 13 Maret 2021: “Ini sudah dipandu, bermanfaat, dan di luar pemahaman kami.”

Berikut sederet fakta terkait munculnya Hakekok Balatasutak atau sekolah Hakekok Balakutak yang dihimpun oleh Liputan6.com:

1. Viral di Sosial Media, Aliran Menyimpang

Sumber : liputan6.com

Pada Kamis, 11 Maret 2021, warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikejutkan dengan ritual tak lazim yang dilakukan sekelompok orang yang mengaku sebagai aliran Hakekok Balatasutak atau sekte Hakekok Balakutak.

Tingkah laku sekelompok orang mandi bersama tanpa tali, yaitu telanjang di rawa.

Masyarakat langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi setempat pada hari kedua Jumat, 12 Maret 2021.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi segera menuju ke rawa tersebut, dimana 16 pengikut Hakekok Balatasutak melakukan upacara mandi telanjang.

Baca juga : 7 Kasus Politik Uang Jelang Pemilu

2. Masa depan dengan kekayaan dan kesuksesan

Sumber : rri.co.id

Terungkap bahwa pemimpin aliran Hakekok Balatasutak atau Hakekok Balakutak A (52) justru menggoda orang untuk menjadi pengikutnya.

Polisi mengungkapkan bahwa jika A menjadi orang saleh Hakekok Balatasutak, dia bisa memperkaya pengikutnya di akhirat.

“Pemimpin masa depan akan mempengaruhi apakah mereka ingin bertahan dan ingin hidup lebih layak, jadi mereka harus mengikuti keyakinan ini,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi Kapolsek Pandeglang, Jumat, 12 Maret 2021.

3. Lokasi Sulit Dijangkau, 16 Anggota Diamankan dengan Barang Bukti

Sumber : banten.poskota.co.id

Tidak mudah bagi polisi untuk menjangkau pemandian Hakekok Balatasutak atau pemandian Hakekok Balakutak di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Mereka bahkan menggunakan sepeda motor.

Kapolsek Cigeulis Iptu Paulus Bayu Triatmaja mengatakan, rawa yang digunakan sebagai tempat berenang telanjang merupakan waduk milik PT GAL.

Paulus mengatakan: “Itu untuk air bersih, luasnya mungkin 50×50 meter.”

Paulus mengatakan, dari 16 orang yang mengikuti upacara mandi telanjang, sebanyak 15 orang adalah warga Kabupaten Pandeglang, Banten, dan salah satunya berasal dari Bogor. Mereka terdiri dari 13 orang dewasa dan 3 anak-anak.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu, polisi segera mengawal enam orang tersebut ke Polsek Cigeulis.

Paulus mengatakan: “Kami perbaiki karena kami khawatir dengan apa yang terjadi pada kelompok mereka. Ada (suami istri anggota), dan ada keponakan.”

Setelah dilindungi oleh anggota Porsche, puluhan anggota Hakekok Balatasutak dibawa ke Polres Pandeglang untuk diperiksa lebih lanjut.

Sementara dari aliran Hakekok Balakutak ditemukan jimat, pusaka, kondom dan buku di kepala A (52). Semuanya dijadikan barang bukti oleh polisi dan disimpan di Mapolres Pandeglang.

Hamam Wahyudi, Ketua AKBP Polres Pandeglang, mengatakan: “Hasil pengolahan TKP di kediaman terkait, kami mengumpulkan beberapa barang bukti, seperti buku, pusaka, jimat, dan alat kontrasepsi.”

Kepala Hakekok Balakutak menggunakan jimat kornea sebagai otoritas untuk mempengaruhi pengikutnya untuk mematuhi perintahnya. Namun, polisi tidak menyebut penggunaan kondom.

Pimpinan aliran Hakekok Balakutak juga dipercaya memiliki kemampuan magis untuk memperlancar aksinya. Dengan cara ini, orang biasa mudah terpengaruh olehnya.

Hammam berkata: “Sebagai referensi, dia digunakan sebagai ketua dewan, dengan lebih banyak talenta, sehingga dia dapat memengaruhi para pengikutnya.”

4. Jalankan Aliran Turunan Keluarga

Sumber : papua.inews.id

Menurut Hamam, pada 2009, aliran Hakekok Balakutak dibubarkan di masyarakat karena kawin tersembunyi karena menganiaya dua santri di sebuah pertapaan di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Namun, Hammam mengatakan belum ada indikasi tindakan serupa akan dilakukan dalam kasus 2021.

Hamam berkata: “Menurut penyelidikan kami, tidak ada apa-apa, jadi tidak ada aktivitas (cabul) seperti itu.”

Pada tahun 2009, Hakekok Balakutak dipimpin oleh Sahrudin (45), keluarga pemimpin A (52) saat ini. Baik Sahrudin dan A. meninggal. Dulu pengikutnya berasal dari Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. A merupakan penduduk asli Bogor, Jawa Barat.

Hamam membenarkan ada tiga anak di bawah umur ikut mandi telanjang bersama di Desa Karang Bolong. Ketiganya mengikuti orang tua mereka. Di saat yang sama, polisi tetap mencontohkan bahwa Fraksi Hakekok Balakutak hanya menyimpang dari ajaran Islam, bukan dari aliran.

Namun untuk memastikannya, akan dilakukan pertemuan dengan Panitia Koordinasi Pengawas Kepercayaan Masyarakat atau Bakorpakem.

“Kegiatan mereka inkonvensional, bukan inkonvensional. Nanti keputusan Bakopakim setelah Fatwa MUI akan dikomunikasikan kepada kita semua. Anak di bawah umur mengikuti orang tuanya,” jelas Hamam.

5. Kata Warga soal Pengikut Hakekok Balakutak

Sumber : publica-news.com

Sejak 2004, saya sebenarnya sudah mencium ejakulasi Pie Hakekok Balakutak Kabupaten Pandeglang di Banten. Pada 2009, keterpencilannya dibakar oleh orang-orang yang mengkhawatirkan ajarannya.

Proses ini kemudian menjadi heboh di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang pada 11 Maret 2021 (Kamis), dan digelar upacara renang telanjang di kolam renang. Untuk menghindari keributan di masyarakat, sebanyak 16 anggota ditangkap polisi.

Sekte Hakekok Balakutak dipimpin oleh A (52) warga Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Kota Banten. Ia disebut sebagai sosok pendiam oleh warga sekitar, tidak berinteraksi dengan warga dan tidak pernah mengikuti pengajian rutin di desanya. Seperti kita ketahui bersama, warga seringkali melakukan ritual di hutan yang tidak mereka pahami.

“Orang ini tertutup dan tidak berinteraksi dengan warga. Dia tidak pernah ikut pengajian. Kudengar A sering mengikuti upacara. Tapi aku tidak tahu ritual apa. Cuma dia pergi ke hutan hampir setiap hari.” Seorang warga yang meminta untuk tidak disebutkan namanya Say.

Menurutnya, pemimpin Hakekok Balakutak melanjutkan ritual yang dilakukan oleh orang tuanya dengan inisial almarhum S. S dikenal sebagai guru spiritual di wilayah Bogor Jawa Barat (Jabar).

Dia menjelaskan: “Dulu, S seperti itu (ritual), karena A meninggal, lalu A. Sudah lama sekali.”

6. Ritual Baru Dilakukan Satu Kali

Sumber : tribunnews.com

Kementerian Agama (Kemenag) menunjuk Mahli Yudin, dosen agama di Ciegeulis, Kabupaten Pandeglang, untuk mendidik penganut Hakekok Balakasuta.

Situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia mengutip ucapan Mahri: “Ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit di Desa Karang Bolong.”

Ia mengatakan, upacara hanya berlangsung satu kali. Ritualnya adalah melindungi diri Anda dari segala kejahatan dan menjadikan diri Anda lebih baik.

Apalagi sekte Hakekok sudah muncul di Pandeglang, Banten. Lalu lintas ini dikembangkan dalam pengasingan atau majelis dzikir di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.

Mahli mengatakan: “Sekte Hakekok sebenarnya sudah ada sejak 2009, saat itu menimbulkan keresahan warga yang secara spontan membakar pertapa tempat sekte itu berada.”

Dia melanjutkan: “Oleh karena itu, sekte tersebut mengadopsi doktrin Hakkok yang dibawa oleh almarhum Abba Eddie, dan kemudian Aria melanjutkan dengan Baraka Suta, ajaran Abba Surya Ruwin · Corot digabungkan.”

7. Penyuluh Agama Akan Berikan Edukasi Cegah Tak Terulang Kembali

Sumber : liputan6.com

Mahri mengatakan timnya telah melompat ke tempat di mana sekte Hakekok Balakasuta ditemukan mandi bersama.

Dia berkata: “Staf penyuluhan saya dan saya telah berada di sini dan telah menyaksikan situasinya secara langsung.”

Sebagai pengajar agama, Mahli menyatakan siap bekerja sama dengan pemuka agama setempat untuk membina mereka yang diduga mengontak Fraksi Hakekok Balakasuta. Dia akan menggunakan metode budaya untuk membentuk agama.

Mahri mengatakan: “Ke depan, kami (petugas promosi agama) akan mengundang para pemuka agama setempat untuk memberikan pembinaan agama dan metode budaya dan budaya bagi penganut aliran ini. Kami akan terus bekerja keras untuk memantau agar hal ini tidak terulang kembali.”

Menurut Mahli, aliran Hakekok sudah ada sejak 2009. Ia mengatakan, saat itu aliran itu mengganggu warga. Jadi orang-orang secara spontan membakar persinggahan di sana.

Dia berkata: “Kami telah bekerja keras untuk memantau untuk mencegah hal ini terjadi lagi.”

Mahli Yudin juga mengatakan, pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, pemuka agama, dan organisasi lainnya untuk memastikan tidak terjadi kerusuhan dan mengambil tindakan untuk menjaga hukum di tangannya sendiri.

“Kami juga berkoordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, pemuka agama, dan lainnya untuk memastikan tidak ada keributan dan mengambil tindakan untuk meletakkan hukum di tangan kami sendiri,” kata Mahri.

8. MUI Sebut Pernah Dibina, Tapi Muncul Lagi

Pandran Hamdi Maani, ketua Komite Ulima di Indonesia, mengatakan partainya dan tokoh masyarakat telah memberikan arahan kepada pengikut sekte Hakkok Barakutak. Karena ajaran tersebut dianggap tidak normal.

Hamdi mengatakan dalam pernyataannya pada Sabtu, 13 Maret 2021: “Ini sudah dipandu, bermanfaat, dan di luar pemahaman kami.”

Menurut Hamdi, beberapa tahun lalu penganut aliran Hakekok Balatasutak ditemukan di Desa Karangbolong di Cigeulis, Banten. Untuk kasus terbaru, dia sendiri sudah bertemu dengan pimpinan aliran di Polres Pandeglang.

Hamdi menjelaskan: “Arya (pemimpin sekte) mengakui bahwa dia melakukan kesalahan.”

Baca juga : Fakta Baku Tembak di Poso yang Tewaskan Anak Teroris Santoso

9. MUI Sebut Sebagai Aliran Sesat

Sumber : akurat.co

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menegaskan bahwa aliran Hakekok Balatasutak di Pandeglang, Jawa Barat adalah bid’ah. Hal ini didasari oleh minimnya ajaran Islam yang mensyaratkan kegiatan mandi telanjang bersama.

Anwar berkata: “Oleh karena itu, metode ini tidak memiliki arti penting dalam Islam, yang berarti penyimpangan.”

Anwar mengimbau mereka yang beragama sekte Bakekok Balatasutak dibina oleh kelompok agama setempat agar kembali ke jalan yang benar.

Dia menjelaskan: “Kami berharap mereka akan dilatih. Pelaku etiket juga sudah diamankan di Polres setempat dan sudah dikunjungi pimpinan MUI setempat dan diajak berdialog.”

Anwar melanjutkan: “Dia mengatakan bahwa orang-orang yang terlibat menyampaikan kesalahannya, jadi saya pikir ini harus dibudidayakan.”

Anwar mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, upacara sekte TeHakekok Balatasutak bukan kali pertama terjadi. Menurut catatan, hal serupa terjadi di tempat yang sama pada 2004 dan 2005.

“Munculnya kembali pandangan ini artinya masih ada. Menurut Bupati, mereka melakukannya karena ada masalah, dan cara menghilangkannya adalah dengan membasuh dosa (kebiasaan mandi telanjang) dengan memanfaatkannya, dia menekankan.

Heboh! Fakta Temuan Mayat dalam Karung di Gowa

Heboh! Fakta Temuan Mayat dalam Karung di Gowa – Penemuan jenazah laki-laki terbungkus karung putih di Desa kecil Biringromang, Desa Panaikang, Kabupaten Panaikang, Provinsi Sulawesi Selatan, membuat kaget warga sekitar.

Heboh! Fakta Temuan Mayat dalam Karung di Gowa

Sumber : bonepos.com

em-dat – Pada Sabtu (6/3/2021) sekitar pukul 21.19 WITA, jasad pria tersebut ditemukan dalam karung di semak-semak kebun singkong.

Usai menerima laporan tersebut, tim Inafis dan DVI melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga Minggu (7/3/2021) pagi.

Berikut ini beberapa Fakta Temuan Mayat dalam Karung di Gowa yang di kutip dari tribunnews:

1. Pelaku di Bawah Umur

Sumber : jambilink.com

Polisi menangkap pelaku pembunuhan di sebuah karung di Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku ternyata adalah anak laki-laki berusia 15 tahun, di bawah umur.

AKP Jufri Natsir, Ketua Tim Reserse Kriminal Kepolisian Gaowa, mengatakan: “Singkatan pelaku adalah AM dan anak di bawah umur. Usianya masih 15 tahun”.

Pagi (AM) dini hari kemarin (8/3), atau sekitar 24 jam setelah jenazah korban ditemukan, pada Sabtu (6/3) malam, polisi di puncak Tompo Bulu di Gova melakukan penangkapan. SAYA. Pagi harinya, dia dibawa ke kantor polisi Gaowa.

AKP Jufri mengungkapkan motif sementara pelaku AM membunuh korban adalah perampokan. Dikatakan, AM berharap bisa menguasai harta benda korban berupa telepon genggam dan sepeda motor.

Yufry berkata: “Motifnya adalah perampokan sementara, dan kami masih mengeksplorasi.”

Selain menangkap pelaku, polisi juga melindungi ponsel dan sepeda motor korban sebagai barang bukti.

Yufri menjelaskan: “Buktinya korban mencuri barang-barang berharga milik korban. Ada juga yang membatik.”

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (6/3) WIB pukul 21.15, warga yang dibungkus menemukan jenazah pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Jama (30) itu. Di sebuah taman di Desa Panaikang, Kecamatan Gowa Pattalassang, ditemukan jenazah Jama yang mengeluarkan bau busuk.

Tempat ditemukannya jenazah jauh dari pemukiman penduduk, sekitar 3 kilometer. Tempat mayat ditemukan adalah ruang terbuka.

Namun, tempat ditemukannya jenazah itu ditumbuhi pepohonan dan rumput gajah.

Baca juga : Seluk Beluk Investigasi Kecelakaan Penerbangan di Indonesia

2. Identitas Korban

Sumber : sulsel.inews.id

Identitas jenazah ditemukan di sebuah karung di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban disebut Jama.

Indra Mappabella (Indra Mappabella), Kepala Desa Kecil Desa Panaikang, Kecamatan Patarasan, Kabupaten Gowa, mengatakan, warga sekitar biasa memanggil korban Jama. Namun, warga tidak mengetahui usia Jama.

Dia berkata: “Warga biasa di sini memanggilnya Jama, tapi kami tidak tahu nama lengkapnya. Jelas dia dari Bulukumba. Dia sudah tinggal di sini selama dua tahun.”

Tak hanya dibunuh, barang berharga milik korban, yakni ponsel dan sepeda motor, juga dinyatakan hilang dan dibawa pelaku.

“Seorang warga setempat bernama Daeng Nai telah menghubungi nomor telepon korban, perempuan yang mengadopsinya. Kata perempuan itu adalah ponsel korban dan dijadikan jaminan karena ada yang mengambil rokok dan bensin. Di kawasan Bentengang, Biring Bulu Maros. ” Kata Indra.

Terkait hilangnya barang berharga milik korban, pihak kepolisian mengakui hal ini juga akan menjadi bahan penyidikan, bahkan bisa menjadi petunjuk untuk mengungkap pelaku.

AKP M. Tambunan, Kepala Humas Kepolisian Gaowa, mengatakan, “Kami masih menyelidiki dan akan mengumpulkan barang bukti dulu.”

Diberitakan sebelumnya, pada pukul 21.15 pada Sabtu, 6 Maret 2021, di WITA, warga ditemukan jenazah dalam karung di bawah pohon di perkebunan ubi jalar di Desa Panaikang, Kabupaten Gowa Kecamatan Patalassang.

3. Dikuburkan Secara Protokol Covid-19

Sumber : lintasterkini.com

Jenazah JA (30 tahun) dimakamkan di Pemakaman Balangpunia di Dusun Balangpunia, Desa Panakan, di Pattallassang, Provinsi Sulawesi Selatan, Gowa Selatan, pemakaman para korban yang mayatnya ditemukan di karung dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19. Hanya anak-anak NU (8 tahun) dan MA (5 tahun) yang tinggal di panti asuhan yang menghadiri pemakaman korban.

Kapol Pattallassang IPTU Rasyid mengatakan: “Kami menguburkan jenazah menurut organisasi agama Islam karena keluarga besar korban tidak melakukan otopsi di RS Bhayangkara sampai selesai diotopsi,” Rasyid.

Selain partisipasi dua anggota keluarga, seluruh proses pemakaman dilakukan dengan bantuan kepala desa dan warga Pattalasang Gowa.

IPTU Rasyid mengatakan: “Mengingat datangnya keluarga besar tanpa korban, kepala desa dan warga Pattallassang menyediakan pemakaman ini.”

Kapolsek Gaowa AKBP Budi Susanto (BBP Susanto) secara individu membenarkan dan mengucapkan terima kasih kepada kepala desa atas kuburan yang dikuburkan untuk korban tersebut.

AKBP Budi mengatakan: “Terima kasih kepada kepala desa dan warga yang telah membantu menguburkan tanah atas upayanya agar jenazah dapat dimakamkan dengan benar.”

Sebelumnya, pada Sabtu malam, 6 Maret 2021, warga Desa Panaikang, Jalan Patalassang, Kabupaten Gowa menemukan jenazah di dalam karung. Mayat tersebut diduga merupakan korban pembunuhan karena ditemukan banyak luka tusuk dan luka tusuk.

Dari hasil otopsi di Rumah Sakit Bayankala, diduga korban telah meninggal dunia tiga hari sebelum ditemukan.

Baca juga : Fakta-fakta Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos

4. Mayat Penuh Luka Bacok dan Tusukan

Sumber : news.detik.com

Warga Desa Panaikang Kabupaten Gowa Kecamatan Pattalassang dikejutkan dengan ditemukannya jenazah pada Sabtu (6/3/2021) malam. Jasadnya dibungkus karung. AKBP Idrus mengatakan, jenazah yang ditemukan akan diotopsi.

Ia mengatakan pada Minggu (7/3/2021) di Biddokes Polda Sulsel Jl Kumala Makassar: “Belum ada hasil. Otopsi akan dilakukan. Tentu akan dilakukan tes DNA untuk menguji barang bukti yang ditemukan di TKP.) .

Menurut Edwards, jenazah yang ditemukan adalah seorang pria yang diperkirakan berusia 30 tahun.

“Identitasnya tidak diketahui. Dia berkata:” Baru belakangan ini korban ditemukan berjenis kelamin laki-laki, sekitar 30 tahun. ”

Selain itu, Biddokkes juga berencana mengizinkan korban melakukan otopsi secara internal dan eksternal.

AKBP Idrus mengatakan, Kasubdit Dokpol Biddokes Polda Sulsel mengatakan saat ditemukan jenazah korban mengeluarkan bau tidak sedap.

Dia mengatakan korban membusuk selama sekitar dua hingga tiga hari. AKBP Idrus menyatakan korban mengalami luka tusuk dan menemukan luka tusuk.

“Karena memang ada luka tusuk dan luka tusukan, artinya ini tersangka korban pembunuhan. Apalagi memasukkan korban ke dalam karung berarti menghilangkan jejaknya,” jelasnya.

Edrus mengaku, jenazah korban baru akan ditemukan setelah hasil otopsi dirilis.

Dia mengatakan: “Setelah jenazah di kamar mayat, luka akan ditemukan setelah diotopsi. Rencananya siang ini akan dilakukan otopsi di dalam dan di luar tubuh. Dia menjelaskan, penyidik ​​sudah meminta diotopsi.

Fakta Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Fakta Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh – Ilmuwan nuklir paling senior Iran Mohsen Fakhrizadeh, 62, dibunuh Jumat di dekat ibu kota Teheran. Kasus ini mendadak mengejutkan dunia, terlebih setelah Iran menuding Israel sebagai biang keladi pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh.

Fakta Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Sumber : republika.co.id

em-dat – Berbagai media massa pun gencar mengungkap urutan waktu hingga kedua negara berseteru cukup lama. Tapi di balik kasus kematian ini, siapa sebenarnya Fahrizad? Lalu kenapa dia menjadi target teroris?

Dikutip akurat.co dari berbagai sumber, mengumpulkan Fakta Pembunuhan ilmuwan nuklir top Iran Mohsen Fakhrizadeh.

1. Bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam

Sumber : klikanggaran.com

Seperti Qasem Soleimani yang dibunuh oleh Amerika Serikat, Fakhrizadeh hanyalah seorang pemuda pada masa Revolusi Islam di Iran.

Seperti kita ketahui bersama, revolusi yang berlangsung dari 1978 hingga 1979 bertujuan untuk menggulingkan kekuasaan Shah Pahlavi. Revolusi juga dipimpin oleh pemimpin besar Iran, Ayatullah Khomeini.

The Washington Post menunjukkan pada saat itu bahwa Fahrizad mungkin berusia 17-19 tahun. Meski begitu, masyarakat masih belum sepenuhnya memahami peran atau tindakan Fahrizad selama revolusi.

Namun, setelah revolusi, Fakhrizadeh bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Dia akhirnya terdaftar sebagai pejabat senior di organisasi militer terbesar Iran.

Baca juga : 6 Fakta Terkait Bencana Alam Tanah Longsor di Nganjuk

2. Profesor dalam bidang Fisika hingga jadi tokoh kunci pembuatan senjata nuklir Iran

Sumber : netizentimes.id

Komentator media dan pembangkang Iran Alireza Jafarzadeh pernah berkomentar bahwa Fakhrizadeh telah terdaftar sebagai anggota fakultas di Universitas Imam Hussein (IHU). Yang lain mengatakan bahwa dia bergabung dengan IHU pada tahun 1991 dan mengajar fisika di sana.

BBC menambahkan bahwa Fahrizad, seorang profesor fisika, telah memimpin pengembangan senjata nuklir Iran. Informasi tersebut berasal dari dokumen rahasia yang diperoleh Israel pada 2018.

Fakhrizadeh, sebagai tokoh kunci dalam produksi nuklir Iran, juga mengawasi Proyek Amad. Amad sendiri merupakan sebuah proyek rahasia terkenal yang didirikan oleh Iran pada tahun 1989 untuk mempelajari potensi bom nuklir.

Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Amad ditutup pada tahun 2003. Namun, Benjamin Netanyahu menemukan dokumen yang menyatakan bahwa Fakhrizadeh diam-diam melanjutkan Amad sejak 1998.

Kemudian, “Washington Post” mengungkapkan bahwa Fahrizad pernah menjabat sebagai kepala organisasi penelitian dan inovasi Kementerian Pertahanan Iran.

Menurut laporan, Fahrizad juga berpartisipasi dalam persiapan program suku cadang pengayaan uranium Iran.

3. Dijuluki ‘manusia bayangan-nya’ Iran

Sumber : dawn.com

Karena kebijakannya dalam program senjata nuklir Iran, Fahrizad pun mendapatkan banyak julukan unik.

Misalnya, pada 2015, New York Times membandingkan Fahrizard dengan J. Robert Oppenheimer (J. Robert Oppenheimer).

Seperti yang kita ketahui bersama, Oppenheimer adalah salah satu tokoh utama Proyek Manhattan, misinya adalah menghasilkan bom atom pertama selama Perang Dunia II. Mirip dengan Fakhrizadeh, Oppenheimer dari Amerika Serikat juga seorang fisikawan.

Oleh karena itu, meskipun pekerjaannya telah ditutup, dia tetap dianggap sebagai “Robert Oppenheimer dari Iran”.

Selain itu, Fahrizad dikenal sebagai “manusia bayangan” upaya senjata nuklir Iran. Nama panggilan itu berasal dari Netanyahu, yang menyerahkan ribuan dokumen rahasia yang dicuri dari Iran pada 2018.

Saat itu, Netanyahu (Newanyahu), selain menyebut Fakhrizadeh sebagai bayang-bayang Iran, juga mendesak pemerintahnya untuk “mengingat nama ini”.

4. Berperan penting dalam penanganan COVID-19 di Iran

Sumber : merdeka.com

Di balik kiprah Fakhrizadeh sebagai ilmuwan nuklir juga merupakan tokoh kunci dalam menangani COVID-19 di Iran.

Menurut laporan, Fakhrizadeh memimpin tim yang mengembangkan perangkat pertama Iran untuk mendiagnosis virus corona. Selain itu, menurut Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami, Fakhrizadeh juga berperan penting dalam pengembangan vaksin COVID-19.

Hatami bahkan mengklaim pusat penelitian Fakhrizadeh telah melakukan uji klinis fase I terhadap vaksin manusia.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan pasti terkait perkembangan uji coba vaksin Fakhrizadeh.

5. Motif dinilai berkaitan dengan politik alih-alih aktivitas nuklir Iran

Sumber : news.com.au

Terlepas dari siapa sebenarnya yang menyebabkan kematian Fakhrizadeh, analisis menunjukkan kemungkinan motif pembunuhan tersebut.

Misalnya, analis BBC Dr. Massoumeh Torfeh menjelaskan bahwa kematian Fakhrizadeh tampaknya lebih bersifat politis daripada terkait dengan aktivitas nuklir Iran.

Selain itu, laporan tersebut menunjukkan bahwa program nuklir Iran dianggap bergantung pada “satu orang”.

Karena itu, Torfeh menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan motivasi yang menonjol. Yang pertama adalah kaitan dengan potensi untuk meningkatkan hubungan antara Iran dan pemerintahan baru AS yang dipimpin oleh Biden.

Kemudian, beberapa orang ingin mendesak Iran untuk membalas “musuh-musuhnya”. Sehubungan dengan hal ini, Donald Trump, pemerintah Israel dan Arab Saudi baru-baru ini menyatakan “keakraban” dengan pertemuan rahasia tersebut.

Setelah Biden mengumumkan kemenangannya, baik Israel maupun Arab Saudi dipandang mengkhawatirkan tren politik dan konsekuensinya di Timur Tengah.

Seperti yang kita semua tahu, seperti Barack Obama, Biden telah berkomitmen untuk bergabung kembali dengan perjanjian nuklir Iran.

Baca juga : Kasus Pembunuhan Anak Kades di Nias Selatan

6. Tudingan mengarah ke Israel

Sumber : bertuahpos.com

Siapakah lima ilmuwan Iran yang dibunuh? Sejauh ini, belum ada yang mengaku bertanggung jawab. Menanggapi pembunuhan terakhir Fakhrizadeh pada 27 November, pemerintah Iran menangkap beberapa orang.

Hossein Amir Abdollahian, penasihat Kongres Iran, mengatakan kepada Al Alam TV bahwa dia tidak dapat memberikan rincian untuk alasan keamanan, tetapi dia menekankan bahwa jika kasus pembunuhan terbukti, akan diadili dan dihukum.

Abdullahhian juga berkata, “Ada bukti bahwa Israel terlibat.” Hingga Rabu (30 Desember 2020), pemerintah Tel Aviv belum memberikan tanggapan. Mereka tidak menyangkal atau mengkonfirmasi.

Raz Zimmt dari Pusat Riset Keamanan Nasional Israel mengatakan bahwa jika tuduhan tersebut terhadap Israel, terutama Dinas Rahasia negara, Mossad, ini dapat dimengerti.

Zimt berkata: “Mossad hampir tidak pernah mengaku bertanggung jawab atas tindakan seperti itu.”

Dia mengatakan bahwa jika Mossad mengaku bertanggung jawab, pengakuan ini akan memicu “pembalasan hukum”. Zimmert, yang tertarik, menjelaskan. Zimt berkata: “Jadi, biasanya (dituduh melakukan operasi rahasia) adalah Mossad, CIA atau kerja sama antara keduanya.”

Richard Maher, profesor keamanan internasional di Universitas Dublin di Republik Irlandia, setuju dengan analisis Zimmt. Dia mengatakan bahwa konsensus yang disepakati adalah bahwa “Israel berada di balik pembunuhan ini.” “Mungkin Amerika Serikat tidak berperan,” kata Maher.

Fakta Lengkap Perampokan Bersenpi di Semarang

Fakta Lengkap Perampokan Bersenpi di Semarang – Teguh Murtino, karyawan distributor elpiji, ditugaskan perseroan merampok dengan harga Rp563 juta. Perampokan itu juga terekam oleh televisi sirkuit tertutup (CCTV).

Fakta Lengkap Perampokan Bersenpi di Semarang

Sumber : regional.kompas.com

em-datPeristiwa itu terjadi pada Selasa (19/1/2021) sekitar pukul 08.20 WIB, di Jalan Krakatau VIII depan Taman Nias I Karangtempel, Semarang Timur, Jawa Tengah. Setelah melakukan serangkaian penyidikan dan penyidikan, polisi berhasil menangkap lima dari enam perampok.

Mereka adalah Rahmat di Lampung (39), Frans Panjaitan di Lampung (36), Vidi Kondian di Lampung (30), Maftuhi di Lampung (25) dan M. Agus Irawan di Ungaran di Semarang (38). Pelaku ditangkap polisi di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (21/1/2021).

Perampokan itu sendiri melibatkan sekelompok orang di Lampung. Pasalnya, tiga dari dua pelaku merupakan warga Lampung. Dilihat dari hasil pemeriksaan polisi, perampokan itu direncanakan dua bulan sebelum kejadian.

Tak hanya itu, perampokan itu sebenarnya direncanakan oleh seorang sopir perusahaan bernama Susanto (39 tahun), warga Semarang Gaamsari. Berdasarkan hasil penyidikan, peran pelaku adalah memberikan foto-foto korban Teguh setiap hari. Berikut Fakta Perampokan Bersenpi di Semarang di kutip dari Kompas.com:

1. Kronologi Kejadian

Sumber : regional.kompas.com

Perampokan yang dialami korban Teguh bermula saat perusahaan menugaskannya untuk mengumpulkan uang. Berdasarkan rekaman CCTV, korban keluar dari mobil Toyota Avanza dengan membawa tas punggung berisi 365 juta rupiah.

Tiba-tiba, empat pelaku sedang mengendarai sepeda motor matik dan sport. Salah satu pelaku sepeda motor matic turun dan langsung menodongkan senjata ke arah korban. Saat senjata diarahkan ke sana, korban tidak bergerak.

Kemudian, pelaku merampas tas yang dibawanya dan melarikan diri. Korban melihat tasnya berpindah tangan, kemudian berteriak minta tolong, berusaha memburu pelaku. Namun upaya tersebut sia-sia karena pelaku berhasil melarikan diri. Setelah kejadian tersebut, korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Semarang Timur.

Baca juga : Pemimpin militer Myanmar Jelaskan Alasan Kudeta

2. Pelaku ditangkap, kelompok Lampung

Sumber : suara.com

Setelah menerima laporan korban, polisi langsung melakukan penyidikan hingga akhirnya berhasil menangkap lima dari enam pelaku. Kelima pelaku tersebut adalah Rahmat Lampang (39), Frans Panjaitan dari Lampang (36), Vidi Kondian dari Lampang (30), Maftuhi dari Lampang (25) dan M.

Agus Irawan dari Ungaran Semarang (38).). Kapolres Semarang Irwan Anwar dalam kasus di Mapolda Semarang, Jumat (22/1/2021), mengatakan: “Mereka adalah M. Agus dari Lampung dan dari Kabupaten Semarang. Kelompok Irawan,”

Sebelumnya, pelaku, M Agus Irawan, memiliki toko pijat dan salah satu karyawannya adalah Frans Panjaitan. Ia mengatakan: “Karena itulah para pelaku ini akhirnya saling mengenal dan saling tukar menukar antara masyarakat Semarang dan Lampung.”

3. Sudah direncanakan dua bulan, didalangi sopir perusahaan

Sumber : jateng.tribunnews.com

Kombes Pol Wihastono, Kepala Badan Reserse Kriminal Polda Jateng, mengatakan pencurian itu direncanakan sekitar dua bulan lalu dan melibatkan orang dalam. Hal senada diungkapkan AKBP Indra Mardiana, Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Semarang, yang mengatakan perencana perampokan melibatkan orang dalam.

Pelakunya adalah Susanto (39 tahun), warga Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah. Indra menyebut Susanto adalah pengemudi perusahaan. Ia ditangkap di Ketileng SPBU Semarang pada Minggu (24/1/2021) malam.

Pada Senin malam, di tempat kejadian perampokan, AKBP Indra Mardiana, Ketua Tim Reserse Kriminal Polres Semarang, mengatakan: “S nama pelaku memang sudah diperbaiki tadi malam dan masih dalam pemeriksaan.” ( 25/1/2021 Indra mengatakan, hasil perampokan tersebut dialokasikan Rp 90 juta kepada enam pelaku.

Padahal, sebagian uang yang digunakan pelaku adalah Rp 68 juta. Dia berkata: “Sebagian uang telah dihabiskan untuk kebutuhan pribadi dan perawatan kendaraan.”

4. Peran pelaku Susanto

Sumber : rakyatjateng.fajar.co.id

Berdasarkan hasil penyidikan, peran pelaku adalah memberikan foto-foto korban Tegu setiap hari. Ia mengatakan: “Siapa yang menyediakan dan memetakan situasi orang atau kehidupan sehari-hari saksi (Tegu) tentang pernyataan tersebut.”

Saat perampokan terjadi, Susanto mengajak karyawan lain untuk mengambil piggy dan berpura-pura mengejar pelaku korban perampokan. “Ya (pura-pura mengejar), ketika kami melihat (sebelum rekonstruksi) dan mengetahui dari informasi bahwa kami sempat menggunakan kendaraan karena dia sedang bekerja.

Ketika kami datang ke TKP, seorang teman bergabung dengan crowdfunding Dan mengejar. “Dia menjelaskan.

5. Susanto bantah dalangi perampokan

Sumber : m.jpnn.com

Kepada para petinggi, Susanto membantah telah memantau operasi saat kejadian itu terjadi. Dia beralasan ingin bekerja ketika kejadian itu belum terjadi.

Susanto mengatakan: “Saya belum datang saat kejadian. Saya sedang dalam perjalanan ke tempat kerja.” Salah satu pelaku perampok, Frans Panjaitan, mengaku diberi tahu oleh Susanto. Belakangan, korban membawa dua barang bawaan di tangannya. mobil.

Setelah mengetahui hal tersebut, mereka kemudian memantau bagian belakang pabrik dan langsung mengambil tindakan setelah korban turun dari mobil. Prancis menunjuk Susanto dan berkata, “Dia memberitahuku ada dua tas di dalam mobil.”

Baca juga : Fakta Perampokan SPBU di Bali

6. Polisi amankan barang bukti, pelaku terancam sembilan tahun penjara

Sumber : headtopics.com

Dalam penangkapan tersebut, polisi memperoleh barang bukti pidana berupa tiga buah revolver rakitan, 26 butir peluru 9mm, dan 3 butir peluru 5.56mm. Kemudian, 1 peluru kosong kaliber 5,56 mm, 1 peluru kaliber 3,8 mm, uang tunai Rp 292 juta, 2 unit sepeda motor Satria dan Vario serta 4 buah helm ditembakkan.

Penanggung jawab Semarang mengatakan: “Sempi milik Frans Panjaitan, Maftuhi dan Rahmat. Mereka beli di Lampung seharga Rp 15 juta plus peluru. Uang ini belum dipakai, tapi sekitar 90 juta sudah dialokasikan untuk masing-masing, Kata penanggung jawab Semarang.

Komisaris Polisi Irwan Anwar. Pelaku yang ditangkap didakwa melakukan tindak pidana yaitu Pasal 365 KUHP, Pasal 55 KUHP, dan Pasal 56 KUHP atas tindak pencurian dengan kekerasan dan divonis 9 tahun penjara.

6 Fakta Ayah Tega Lindas Anak Dengan Truk di Aceh

6 Fakta Ayah Tega Lindas Anak Dengan Truk di Aceh – Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan kabar yang tidak menyenangkan. Pasalnya, kisah seorang anak beredar di media sosial, sang anak meninggal setelah ditabrak truk yang dikemudikan ayahnya.

6 Fakta Ayah Tega Lindas Anak Dengan Truk di Aceh

Sumber : hot.liputan6.com

em-dat – Seperti diketahui, peristiwa malang itu terjadi dini hari tadi (19 Desember 2020) di Meukek, Aceh Selatan. Beberapa detik kejadian tersebut terekam di kamera CCTV kemudian tersebar di media sosial.

Sebelumnya, korban dan ibunya terlihat berusaha menghentikan sang ayah mengemudikan truk dalam video yang beredar luas di media sosial. Di truk itu, dia juga mencurigai adanya perselingkuhan dengan ayahnya.

Bahkan diketahui, korban berusia 14 tahun itu mengejar truk hingga digantung di pinggir truk. Sayangnya, karena tak mampu menahan beban yang berat, remaja tersebut terjatuh dari pinggir truk. Sayangnya, bapak yang mengemudikan truk tersebut malah menginjak bensin dan melindas anaknya hingga tewas di tempat.

Akibat kejadian ini, banyak netter yang mengungkapkan keprihatinan dan amarah atas ulah ayah korban. Kini diketahui kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Aceh Selatan. Di kutip Liputan6.com dari berbagai sumber berikut ini beberapa Fakta Ayah Tega Lindas Anak Dengan Truk :

1. Viral di Media Sosial

Sumber : sumsel.tribunnews.com

Peristiwa yang menghebohkan kesuksesan media sosial membuat banyak netizen merasa sedih. Pasalnya, video CCTV yang diunggah akun Instagram @manaberita pada Minggu (20/12/2020) memperlihatkan seorang ibu dan anak sedang mencoba parkir.

Seperti yang kita ketahui bersama, truk itu dikemudikan oleh ayahnya sendiri yang diketahui telah berselingkuh. Namun, alih-alih menghentikan truk, malah melaju, tidak memperhatikan istri dan anak yang terus mengejar.

Baca juga : Fakta-Fakta UU Cipta Kerja usai Disahkan Jokowi

2. Menghentikan truk hingga bergelantungan

Sumber : mnn.co.id

Anak laki-laki pengemudi truk itu baru berusia 14 tahun, dan berbagai cara ia gunakan untuk menghentikan truk dengan nomor polisi BL 8765 EC. Dari kejar-kejaran hingga ke tengah jalan, bahkan nongkrong di kaca spion truk.

Namun, ayah korban diduga selingkuh, namun tak melambat. Sebaliknya, ia terus berjalan begitu cepat sehingga anak itu jatuh dan tertimpa roda truk.

3. Meninggal di Tempat

Sumber : acehonline.co

Seperti yang diketahui semua orang, anak itu meninggal di tempat karena truk itu melindasnya. Diharapkan acara pada hari Sabtu (19 Desember 2020) juga akan terjadi pada pukul 00.05 WIB. Seorang ibu di dekatnya langsung menghampiri, histeris mengetahui bahwa korban telah meninggal di tempat kejadian.

Sang ayah yang mengemudikan truk tidak menghiraukan kejadian tersebut dan langsung kabur dari tempat tersebut. Kejadian tersebut terekam oleh kamera CCTV dan tersebar di media sosial.

4. Pelaku tertangkap polisi

Sumber : aceh.antaranews.com

Peristiwa yang membuat sedih banyak orang itu langsung ditangani polisi. Pada Selasa (22/12/2020) dikutip Liputan6.com dari Merdeka.com, penyidik ​​Satuan Lalu Lintas Polda Aceh Selatan Provinsi Aceh berhasil menangkap pelaku yang bernama HS (42) tersebut, dan yang terakhir adalah Keudee dari Merck. Penduduk Desa Meukek. Kabupaten Aceh Selatan. Pelaku sendiri adalah ayah kandung korban, dan ia meninggal akibat perbuatan pelaku.

Dilaporkan Antara, Kapolres Aceh Selatan AKP Eko Baskara, atas nama Kapolres AKBP Eko Baskara, atas nama Kapolda Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho SIK, mengatakan: “Kasus ini masih dalam penyelidikan dan kami menahan pelakunya. untuk penyelidikan lebih lanjut. “(21/12).

Polisi juga mendapatkan barang bukti berupa truk diesel Mitsubishi Colt yang dikemudikan tersangka dengan nomor polisi BL 8765 EC.

5. Sang Ayah sekaligus pelaku tak merasa bersalah

Sumber : indozone.id

Pelaku dan ayah korban yang meninggal dalam situasi mengerikan tersebut juga dilindungi oleh polisi. Namun, dalam pernyataannya, dia tidak merasa pernah memukuli sang putri. Dia pikir kejadian ini adalah nasib buruk bagi anak itu.

HS berkata: “Jika saya menyentuhnya, itu bukan saya, tapi anak saya sangat buruk tentangnya.”

Baca juga : Fakta Kasus Pemerkosaan Pria oleh Reynhard Sinaga di Inggris

6. Pengakuan Pelaku

Sumber : regional.inews.id

Di kantor polisi, H mengaku tidak memukuli anaknya.

Namun, dia membenarkan bahwa ada masalah keluarga.

“Masalahnya, ini hanya masalah keluarga. Kalau dibilang tidak bagus.”

H berkata: “Jika saya menyentuhnya, itu bukan saya, tapi anak saya sangat buruk tentangnya.”

Saat ini barang bukti H dan truk kuning itu sudah disimpan di Dinas Perhubungan Polda Aceh Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

10 Kasus Kriminal yang Terinspirasi Film Horor

10 Kasus Kriminal yang Terinspirasi Film Horor – Dalam beberapa tahun terakhir, pembunuhan Ella Nurhayati yang ditikam hingga tewas menarik banyak perhatian. Dia meninggal karena 28 luka-luka di Desa Pangragajian, RT3 / RW9 Desa Kayuambon, Lembang, Bandung Barat pada 11 September.

10 Kasus Kriminal yang Terinspirasi Film Horor

Sumber : kapanlagi.com

em-dat – Investigasi polisi mengarah pada putranya, yang juga menjadi saksi utama dalam pembunuhan itu. Fakta lain yang terungkap dari kasus tersebut adalah mereka berdua menonton film horor bersama di bioskop sehari sebelum kejadian. Orang-orang mulai curiga bahwa film horor inilah yang menjadi dasar pembunuhan ini.

Kecuali kematian Ella, beberapa pembunuhan di Amerika Serikat dan Inggris Raya terbukti akibat film horor. Padahal, berawal dari sebuah adegan atau karakter, inilah yang menjadi inspirasi para penjahat untuk melakukan aksinya.

Dikutip dari Kapanlagi.com, berikut rangkuman sejumlah Kasus Kriminal Yang Terinspirasi Film Horor .

1. Remaja Yang Ingin Jadi Pembunuh Berantai

Sumber : spectrumculture.com

Siswa sekolah menengah pertama Michael Hernandez memiliki tujuan yang sangat tidak biasa. Dia ingin menjadi pembunuh berantai. Ia mengaku terinspirasi oleh film-film seperti American “Spiritual World” atau “The Silent Lamb”.

Baginya, para assassin di film-film ini sangat menarik dan keren. Yang mereka hargai tentu saja tindakan yang merenggut nyawa orang.

Yang pasti, pada usia 14 tahun, dia membunuh seorang teman sekelasnya. Dia tahu bahwa membunuh adalah kejahatan, tetapi pada prinsipnya apa yang dia lakukan disetujui oleh Tuhan. Dia percaya bahwa bahkan Tuhan akan membantunya keluar dari penjara.

Baca juga : 10 Penyebab Banjir dan Dampaknya bagi Lingkungan

2. Telepon Iseng Berujung Kematian

Sumber : style.tribunnews.com

Awalnya hanya ingin bercanda, dua gadis dari Tennessee tertangkap hukum. Mereka menelepon seorang wanita bernama Beverly Dixon dan mengirim pesan ke ponsel Dixon.

Isi pesan tersebut terinspirasi dari permainan penyiksaan yang dimainkan oleh Jigsaw dalam film SAW. Pesan tersebut berisi permintaan bantuan karena seorang gadis terjebak di rumah Dixon. Dalam sepuluh menit, rumah Dixon akan penuh dengan gas beracun. Gas tersebut tidak akan melemah dan dapat membunuh orang dalam waktu 30 detik. Bahkan, Dixon membaca berita di pemakaman itu. Dia langsung menderita stroke.

Kedua gadis yang menganggur itu langsung ditangkap polisi.

3. Menyiksa Seperti di Film SAW IV

Sumber : re-tawon.com

Matthew Tinling adalah Seorang Pecandu narkoba dan Penjudi. Matthew Tinling sebenarnya meniru pola penyiksaan di SAW IV untuk membunuh teman sekamarnya. Itu semua karena temannya tidak mau memberikan password kepada Matthew yang ingin membeli narkoba.

Matthew menikam temannya tujuh belas kali di kepala, leher, dan paha. Dari pengakuan tersebut, ia bahkan berencana untuk memotong tulang punggung korban secara paksa. Dia tidak berhasil. Namun, tindakannya merenggut nyawa temannya.

4. Mengidolakan Freddy Krueger

Sumber : kaskus.co.id

Daniel Gonzalez memiliki penyakit mental. Ia juga sangat menyukai citra pembunuh kondang Freddie Kruger dalam film “A NIGHTMARE ON ELM STREET”. Dia bahkan berfantasi menjadi pembunuh berantai seperti Freddy.

Kemudian, dia berencana membunuh setidaknya 10 orang. Faktanya, dia membunuh empat orang. Dalam tiga hari, dia membunuh semua yang tewas dan terluka. Dia mengaku sangat puas dengan itu karena dia sudah merasa seperti Freddie Kruger.

5. Lamaran Berujung Maut

Sumber : halloriau.com

Tidak hanya di dunia modern, pada awal tahun 1928, seorang pria bernama Robert Williams membunuh seorang wanita karena dia memiliki visi tentang karakter dalam film “London Midnight”.

Robert awalnya melamar seorang wanita bernama Julia Mangan. Dia hanya ingat melihat sosok Ron Chaney muncul di hadapannya. Dalam sekejap, dia mendapati dirinya membunuh Julia dengan pisau. Penyakit mental atau kerasukan? Sejauh ini, tidak ada yang bisa menjawab.

6. Ditolak Gadis Remaja, Langsung Kesetanan

Sumber : mentalfloss.com

Sopir Thierry Jaradin hanya ingin mencari kekasih. Ia juga jatuh cinta pada Alisson Cambier, yang berusia 15 tahun dan 9 tahun lebih muda darinya. Suatu hari, Thierry pergi ke rumah Alisson, bertukar kaset video dan mengobrol.

Sayangnya, lamaran Thierry ditolak. Dia segera pulang, mengenakan kostum Ghostface seperti di film SCREAM, dan menusuk Alisson dengan pisau dapur. Kurang tepat, dia meletakkan tubuh Alison di tempat tidur dan menghiasinya dengan mawar. Akhirnya, dia mengaku bersalah kepada keluarga dan kerabatnya.

7. Disuruh Vampir

Sumber : pinterest.com

Allan Menzies, 20 tahun, sangat ingin menjadi vampir. Dia membunuh sahabatnya dan meminum darah. Allan membunuh Thomas McKendrick sebanyak 42 kali dengan alasan dia diperintahkan oleh Queen of the DAMNED oleh Queen of the DAMNED.

Dalam pengakuannya, ratusan kali ia menonton film tersebut. Mengapa Thomas menjadi korban? Karena pada awalnya dia menertawakan film kesayangan Allen. Itu segera membuat Allen gila.

8. Terlalu Serius Meyakini Sebuah Film

Sumber : digitalspy.com

Bagi mereka yang belum pernah menonton “The Purge”, film tersebut mengasumsikan bahwa suatu saat di Amerika Serikat, orang dapat melakukan kejahatan sesuka hati tanpa khawatir akan masuk penjara. Kejahatan ini termasuk pembunuhan.

Jonathan Cruz, seorang pemuda dari Indiana, sepertinya menganggap cerita fiksi adalah kenyataan. Karena “The Great Purge”, dia membunuh selama empat hari berturut-turut. Dia mengirim pesan ke pacarnya menggunakan THE PURGE sebagai referensi.

Baca juga : 6 Anak-anak Yang Jadi Pembunuh Sadis

9. Lagi-Lagi Terinspirasi Vampir

Sumber : m.kapanlagi.com

Percaya atau tidak, vampir kembali menginspirasi seseorang untuk melakukan kejahatan. Daniel Sterling (Daniel Sterling) mengaku membunuh pacarnya yang telah berpacaran selama delapan tahun. Ia menonton “Vampire Interview” sehari sebelumnya. Alasannya karena dia ingin meminum darah kekasihnya.

Kemudian dia menikam kekasihnya sembilan kali dengan pisau dan meminum darah. Untung sang kekasih selamat. Pengacara Daniel mengklaim bahwa kliennya mengidap penyakit mental dan terpesona oleh film vampir yang dibintangi Tom Cruise dan Brad Pitt.

10. Anak Kecil Berani Membunuh

Sumber : usatoday.com

Melihat anak gila atau anak jahat, tidak ada yang lebih menakutkan dari ini. Orang biasanya mengira bahwa anak-anak sedang dalam masa bahagia, jauh dari kejahatan.

Tapi apa yang terjadi dengan dua anak laki-laki dari Inggris ini? Robert Thompson dan Jon Venables menculik anak laki-laki berusia dua tahun James Bulger dari sebuah pusat perbelanjaan. Mereka membawa anak berusia dua tahun itu ke rel di belakang kantor polisi. Mereka memukulinya di sana, melemparkan batu ke arahnya, menyemprotkan cat biru ke matanya, dan membunuhnya dengan tongkat kayu. Mereka meninggalkan mayatnya di sana. Karena takut, mereka pun menguliti alat kelamin James.

Jenis pembunuhan ini mirip dengan yang dialami Chucky di bagian ketiga “The Kid”. Dalam film tersebut, Chucky disemprot di wajah sebelum dipukuli.