8 Pembunuhan Sadis Di Awal Tahun 2021 Di Indonesia

8 Pembunuhan Sadis Di Awal Tahun 2021 Di Indonesia

8 Pembunuhan Sadis Di Awal Tahun 2021 Di Indonesia – Anda pasti sering mendengar berita berita di televisi yang mengabarkan kasus pembunuhan. Banyak cara yang dilakukan sang pembunuh untuk melakukan aksinya tersebut.

8 Pembunuhan Sadis Di Awal Tahun 2021 Di Indonesia

Sumber : banten.idntimes.com

Namun dalam beberapa kasus ada yang melakukan pembunuhan tersebut secara sadis seperti menyiksa sang korban terlebih dahulu sebelum membunuhnya. Kami akan memberikan beberapa kasus Pembunuhan Sadis yang terjadi di awal tahun 2021 dibawah ini :

1. Pembunuhan Mertua Di Riau

Sumber : berandainformasi.com

Polsek Musi Rawas, tim gabungan Polsek Sumsel dan Kuantan Singingi, Liao menangkap Herman Stepan (24 tahun) karena menahan mertuanya. Pembunuhan terjadi di Petunang, Musi Rawas pada Oktober 2020.

Kapolsek Mugla AKBP Efrannedy mengatakan tersangka Herman ditangkap karena terlibat dalam pembunuhan Icih Utarsih (48). Icih Utarsih adalah mertua dari Dusun I Desa Jaya Tunggal, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Kabupaten. Mura, Minggu lalu (10 April 2020) sekitar pukul 13.30 saat Perang Dunia.

Efrannedy, Selasa (12/1/2021) mengatakan: “Setelah tim Landak dan Polsek Muara Kelingi melakukan penyidikan dan memantau keberadaan tersangka, tersangka ditangkap. Keberadaan tersangka setelah pembunuhan. Lolos. ”

Kemudian setelah melacaknya, ternyata tersangka sangat pandai dalam memindahkan tempat persembunyiannya. Hingga akhirnya, para anggota mendapat informasi dari warga yang diduga berada di base camp perkebunan sawit di Desa Terata Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singh Ki, Provinsi Riau.

Dia mengatakan: “Tim akan segera pergi ke lokasi dan mendapat dukungan dari polisi Kuantan Singh Ki sehingga mereka berhasil menangkap tersangka.”

Seperti kita ketahui bersama, penemuan pembunuhan berawal dari tempat mencurigakan dimana keponakan korban disingkat AS dan RK, karena rumah korban masih tertutup dan lampu menyala. Kemudian, Amerika Serikat mengintip melalui jendela dan melihat korban duduk telungkup di lantai dapur rumah korban.

Selain itu, AS dan RK menelepon NR untuk meminta warga membongkar pintu dapur rumah korban. Setelah sukses, warga melihat korban memang tergeletak di lantai dapur rumah korban dan sudah tidak bernyawa.

Ia mengatakan: “Selain tersangka, anggota lainnya juga menyita BB, tali rafia biru dan kayu sepanjang sekitar satu meter sebagai barang bukti.”

Baca Juga : 3 Banjir Terdahsyat di Dunia

2. Kuli Bangunan Bunuh Majikan di Palembang

Sumber : sumsel.inews.id

Ibrahim (65 tahun) meninggal secara tragis di Palembang, dengan banyak tusukan di sekujur tubuhnya. Ibrahim berkali-kali ditikam hingga tewas oleh seorang pekerja bangunan bernama Joko karena sedang menjalani renovasi rumah. Korban luka-luka pada Rabu (20/1/2021) di bagian perut, kaki, tangan, dan paha di sekitar rumahnya di Desa Sentosa, Seberang Ulu II Palembang, dan meninggal dunia.

Diduga, pembunuhan bermula saat korban mendatangi rumah pelaku dan menanyakan soal renovasi rumahnya yang belum selesai. Padahal, korban sudah membayar gajinya, namun pelaku hanya bekerja beberapa hari dan hingga kini belum terselesaikan.

Karenanya, korban mendatangi rumah pelaku untuk meminta upah yang dibayarkan sebelum menikam nya dengan penuh amarah.

Kapolsek SU II Palembang Kapolsek Roy A Tambunan menuturkan, pembunuhan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di dekat rumah korban, di Jalan DI Panjaitan, Desa Sentosa, Palembang Seberang Ulu II. Ia mengatakan, Rabu (20/1/2021), “Pelakunya adalah pekerja bangunan yang sedang merenovasi rumah korban.”

Saat ini anggota SU II Polsek dan Polsek Palembang sedang memburu para pelaku yang melarikan diri usai membunuh para korban.

3.Pembunuhan Mahasiswa Universitas Telkom (Tel-U)

Sumber : tribunnews.com

Polisi Karawang menangkap penculik lainnya atas tuduhan pembunuhan terhadap Fathan Ardian, mahasiswa Telkom University (Tel-U), putra perwira Perkom Peruri. Penangkapan terpidana ketiga berinisial R ini didasarkan pada pernyataan dua narapidana HA dan Jo yang sudah lebih dulu ditangkap. Polisi masih menyelidiki dan mencari kemungkinan pelaku lain yang diduga melakukan penculikan dan pembunuhan.

Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putera menyatakan ketiga pelaku ditangkap di tempat berbeda dan R ketiga ditangkap di kawasan Loji, Kecamatan Tegalwaru pada pukul 02.00 Jumat malam. Rama mengatakan, Jumat (15/1/21), “Salah satu pelaku utama yakni JF, AH dan R ditangkap karena membantu pembuangan jenazah.” Menurut Rama, motif sementara itu berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku. Akibatnya karena dia terluka. Korban berjanji pada Kennedy untuk meminjamkan uang kepadanya. Namun, saat korban dituduh, korban tidak mau memberikan pinjaman.

Saat itu, pelaku mengaku emosional dan menganiaya korban saat korban berada di kostnya. Ia mengatakan: “Korban datang ke tempat penyerang. Ketika dituduh tidak berkelahi, terjadi perkelahian di asrama. Saat itu, selain penyerang, ada AH, tapi dia menunggu di luar kamar “. Rama mengatakan, saat tersangka AH dikirim ke keluarga korban untuk dipindahkan, dialah pemilik akun tersebut.

Namun, remitansi dan tuntutan uang tebusan 400 juta rupiah hanyalah alibi pelaku. Karena korban saat itu sudah lebih dulu tewas dalam pertempuran. Ia mengatakan: “Korban meninggal Senin dini hari, tapi tersangka minta dipindahkan pada Senin pagi. Jadi korban meninggal duluan.” Rama mengatakan, sesuai rekening bank milik pelaku HA yang saat ini berada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, miliknya Partai politik mengetahui jejak pelakunya. Dia berkata: “Kami memiliki teknologi kami sendiri untuk melacaknya sampai kami akhirnya menemukan pelakunya.”

4. Pembunuhan Perempuan di Probolinggo

Sumber : daerah.sindonews.com

Pembunuhan seorang perempuan di keluarga angkat di Probolinggo terungkap. Pelaku tak lain adalah suami korban, Saorissar (warga Rahau). Hasil pemeriksaan polisi, pelaku tega mencekik korban. Pasalnya, pelaku cemburu karena korbannya mengobrol dengan orang lain.

“Pelaku akhirnya membunuh korbannya setelah berkelahi. Motivasinya asmara. Setelah membaca percakapan santai antara korban dan seorang laki-laki, ia merasa cemburu,” Kamis (21/1/2021), Zogu Mudianto. Kata Ketua Tim Reserse Kriminal Polres Probolinggo di Iptu. Moody Anto mengatakan pelaku diculik setelah menyerahkan diri. Tak lama setelah polisi melakukan tempat kejadian perkara (TKP), pelaku mendatangi Polres Probolinggo kota. Dia mengatakan: “Pelaku kami tunduk pada pembatasan” KHUP Pasal 338 “dan bisa dihukum maksimal 15 tahun penjara.

Pada saat yang sama, pelaku mengaku di hadapan polisi bahwa ia menyesali perbuatannya. Bahkan, dia mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga setelah membunuh istri suaminya. Namun, usahanya gagal.

“Saya cemburu karena dia ngobrol dengan orang lain. Saat mendengar apa yang dia katakan, saya juga terluka. Seperti kita ketahui, pada Rabu (20/1/2021) malam, seorang perempuan ditemukan tewas di Kecamatan Kanigaran, Probolinggo. Di sebuah rumah kos di Jalan Letjen Sutoyo, Desa Tisnonegaran, korban bernama Nurul Fadilaah (27 tahun) ditemukan terbaring dengan luka tersedak.

5. Pembunuh Bule Slovakia Di Denpasar Bali

Sumber : bali.tribunnews.com

Lorenz Parrera (31) adalah tersangka pembunuhan warga negara Slovakia (WNA), dan Andriana Semeonova akan menghadapi hukuman mati atau penjara seumur hidup. Lorens Parera (Lorens Parera) didakwa dengan klausul stratifikasi, yakni Pasal 340, 338 dan 351 ayat 3 KUHP. Komisaris Polisi Denpasar, Combs Poul Jansen Avites Panjaitan mengatakan pada konferensi pers polisi: “Secara sengaja dan direncanakan sebelumnya untuk menghilangkan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP , Diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup atau pidana penjara sementara. ”Denpasar Selatan, Kamis (21/1/2021).

Pembunuhan itu dilakukan oleh tersangka Loresn Parera pada Senin (18/1/2021). Kemudian, tersangka ditangkap keesokan harinya, Selasa (19/1/2021) di kawasan Jimbaran, Padang, Bali. Jansen mengungkapkan, cara tersangka membunuh korban Andriana karena luka-luka, karena korban secara sepihak merusak hubungan dengan tersangka.

Kapolresta mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat, pelaku dan korban sudah mengetahuinya, bahkan sudah ketinggalan zaman.

Dia mengatakan: “Oleh karena itu, pelaku adalah korban dari pengelola resort di Raja Ampat, Papua Barat, sedangkan pengelola adalah korban, dan pelakunya adalah kapten speedboat di Resort Raja Ampat.

Sejak tahun 2020, korban pindah ke Bali, kemudian korban telah bekerja secara online.Pelaku juga datang ke Bali sebagai kapten speedboat di kawasan Tanjung Beno.

Selain itu, setelah mengalami hubungan jangka panjang, korban memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan tersangka, dan tersangka terluka. Ini adalah ketiga kalinya pelaku meminta maaf dan diminta kembali. Tersangka mungkin masih ingin kembali bersama korban. Akhirnya kalau tidak saya kembalikan ke polisi, korban akan mengancam.

6. Suami Bunuh Istri Di Kabupaten Demak

Sumber : daerah.sindonews.com

Suami di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah itu mungkin tega membunuh istrinya saat tidur. Motivasi pelaku karena merasa kesal dengan korban yang baru saja mengaku selingkuh. Perwakilan pelaku Zeini (41) tinggal di Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung, dan warga membunuh istrinya Nur Kamidah (37) dengan pisau dapur dan palu.

Kapolsek AKP Muhammad Fahrurrozi Kasat Reskrim Polsek Demak mengatakan bahwa pelaku berniat membunuh korban. Motifnya karena istrinya cemburu karena ditipu. Pada Jumat (22/1/2021), AKP Fahrurrozi, seorang Bupati di Demark, Jawa Tengah, mengatakan: “Korban mengaku kepada pelaku bahwa dia berselingkuh dengan laki-laki lain.”

Dalam keterangannya kepada polisi, ia membunuh korban dengan cara ditusuk di leher korban, kemudian ditusuk di pipi kanan dan dada kiri Nur Kamidah saat tidur. Pelaku juga memukul wajah istrinya dengan palu.

Usai membunuh korban, awalnya Zaini ingin kabur. Namun warga menculiknya dan melaporkan pembunuhan tersebut ke polisi.

7. Pembunuhan Sadis di Langkat

Sumber : medan.tribunnews.com

Pada Jumat (22/1/2021), petugas dari Rumah Gubernur Kepolisian Lancaster menangkap seorang wanita bernama Sartini di Lancaster atas tuduhan pelecehan. Tersangka bernama Liadi alias Yoyo alias Sugiono (35) ditangkap polisi di tempat persembunyiannya di kawasan Dolat Rakyat Kabupaten Karo.

Iptu Mohamed Said Hussein, Kepala Bagian Reserse Kriminal Polsek Lankat, mengatakan penangkapan tersangka berawal dari intelijen aparat kepolisian. Ia ditemukan di sebuah ladang milik warga Desa Sugihen di Jalan Dolat Rakyat Kabupaten Karo. Selanjutnya, dengan bantuan dari Polda Sumatera Utara, petugas Satreskrim dari Polsek Lankat mendatangi lokasi untuk melindungi tersangka.

Said mengatakan pada Sabtu (23/1/2021): “Kami menangkap tersangka di sebuah tempat bernama warga Nasken Suranta Bukit.” Tersangka kemudian dengan selamat dibawa ke Markas Besar Polisi Lancaster.

Menurut Iptu Mohamed Said Hussein: “Saat ini, tersangka masih dalam pemeriksaan ketat oleh perwira militer.”

Seperti yang kita ketahui bersama, seorang perempuan bernama Sartini ditemukan tewas di bagian bawah perutnya dan ditusuk dengan parang. Korban ditemukan tewas di rumah Dusun Sei Ruan, Desa Beruam, Distrik Kuala, Kabupaten Lankat.

Baca juga : Berita dan Informasi Kriminal yang Terbaru

8. Pembunuh Petani di Deliserdang

Sumber : 17merdeka.com

Petugas Satreskrim Polsek Deliserdang menangkap pelaku pembunuhan seorang petani NT (67) di desa Simempar gunung Meriah di Deliserdang pada September 2020. Pelaku bernama Edi Sanjaya Sembiring bertekad membunuh Ngasil karena menolak menjual tanahnya untuk pembangunan perumahan.

Dalam jumpa pers di Mapolsek Deliserdang, Edi mengungkapkan bahwa dirinya pernah bertemu dengan korban dan menuntut agar tanahnya di Gunung Starge di Deliserdang dibebaskan untuk pembangunan rumah dan pembibitan bawang merah. Namun, rencana tersebut ditolak korban. Eddie mengatakan pada Senin (25/1/2021): “Dia tidak setuju dengan rencana tersebut. Kemudian kami bertengkar dan bertengkar. Karena emosi saya, saya memukul korban hingga meninggal dengan dipukul di kepala.”

Seperti kita ketahui bersama, pada September tahun lalu, polisi membakar seorang lelaki baru (67 tahun) yang dibakar hingga menjadi mayat di sebuah gubuk di Desa Simempar, Kabupaten Drisedang, Sumatera Utara, dan pembunuh petani itu ditangkap. Setelah diselidiki dan diburu selama kurang lebih empat bulan, pelaku ditangkap.

Julianto P Sirait dari Deliserdang AKBP, Wakil Kapolri, menyatakan tersangka telah diamankan tim Jatanras di Kabupaten Dairi pada Jumat (23/1/2021) malam. Setelah diinterogasi, tersangka kabur ke Lhokseumawe di Aceh selama dua bulan. Dia kemudian melarikan diri ke Desa Mardinding di Kabupaten Karo selama sebulan dan tinggal di Dairi selama sebulan. Julianto (Senin) (25/1/2021) mengatakan: “Kami menggunakan ESS berinisial Jaya Sembiring (40) untuk memastikan identitas tersangka.”

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh Sastra Tarigan (50), yang melewati lapangan korban dan tanpa sengaja melihatnya. Saat itu, saksi melihat sebagian kabin korban terbakar. Ia pun curiga, lalu melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan bahwa kondisi korban dalam keadaan buruk.

Saksi melihat kondisi korban kemudian melaporkannya ke warga dan diteruskan ke polisi. Setelah diselidiki, polisi Deliserdang akhirnya menemukan kasus tersebut dan menangkap para pelaku pembunuhan tersebut.