6 Fakta Terkait Bencana Alam Tanah Longsor di Nganjuk

6 Fakta Terkait Bencana Alam Tanah Longsor di Nganjuk – Longsor kembali terjadi. Kali ini melanda kawasan Selopuro di Kecamatan Ngetos Provinsi Jawa Timur (Kabupaten Nganjuk), Kabupaten Nastjuk.

6 Fakta Terkait Bencana Alam Tanah Longsor di Nganjuk

Sumber : liputan6.com

em-dat – Akibat longsor pada Minggu, 14 Februari 2021, 23 warga diduga hilang. Satriyo Nurseno, Kepala Bagian Gawat Darurat BPBD Jawa Timur, membenarkan kejadian tersebut.

Satriyo mengaku, dirinya dan dua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim langsung menuju Nganjuk untuk mengecek lokasi.

Satriyo mengatakan pada Minggu, 14 Februari 2021: “Kami mendapat laporan bahwa setelah hujan deras mulai pukul 14.30 WIB, longsor terjadi menjelang pukul 18.00 WIB.

Hingga Senin (15/2/2021) pagi, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih mencari 23 warga Desa Ngetos Kabupaten Nganjuk, dan masih belum ditemukan usai longsor melanda kawasan tersebut.

Aris Trio Effendi, Koordinator Tagana Nganjuk, mengatakan: “Memang (longsor). Kami masih mencarinya.”

Sementara menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), longsor di Kabupaten Nganjuk dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum Liputan6.com tentang Bencana alam Tanah longsor di kawasan Elopuro Kabupaten Nganjuk:

1. 23 Orang Diduga Hilang

Sumber : beritasubang.pikiran-rakyat.com

Sebanyak 23 warga Selopuro, Jalan Ngetos, Kabupaten Nganjuk di Provinsi Jawa Timur (Jatim) diyakini hilang akibat longsor setempat.

Satriyo Nurseno, Kepala Bagian Gawat Darurat BPBD Jawa Timur, membenarkan kejadian tersebut. Diakuinya, saat ini sudah ada dua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim menuju Nganjuk.

Dia mengatakan: “Informasi yang kami terima ada 15 orang. Masih ada 23 orang yang belum ditemukan. Kami belum ada informasi pasti dan kami masih dalam perjalanan menuju Nganjuk,” ujarnya, Ahad, 14 Februari malam. 2021.

Ia melanjutkan: “Kami mendapat laporan bahwa setelah hujan deras mulai pukul 14.30 WIB, longsor terjadi sekitar pukul 18 WIB.”

Baca juga : Berikut Daftar Lengkap Kebijakan Eksekutif Biden

2. Tak Hanya Longsor, Banjir Juga Terjadi

Sumber : jatim.inews.id

Menurut Satriyo, selain bencana alam longsor, Kabupaten Nganjuk juga mengalami banjir di tiga wilayah pusat kota, yakni Kecamatan Berbek, Kecamatan Nganjuk dan Kecamatan Loceret.

Dia menjelaskan: “Kami juga menerima laporan banjir di tiga kecamatan di Kabupaten Nganjuk, Berbek, Nganjuk dan Loceret. Di Kabupaten Berbek, ketinggian air mencapai 2,5 meter. Kemudian beberapa warga dievakuasi.”

3. Korban Diduga Hilang Belum Ditemukan

Sumber : news.okezone.com

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur masih mencari 23 warga Desa Ngetos di Kabupaten Nganjuk, belum ditemukan pasca longsor pada Minggu malam, 14 Februari 2021 malam.

Koordinator Tagana Nganjuk Aris Trio Effendi mengatakan di Nganjuk, Jawa Timur, Senin pagi (15/2/2021): “Ini nyata (longsor). Kami masih mencari.”

Longsor di Nganjuk melanda banyak rumah hunian di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos. Berdasarkan laporan BPBD Nganjuk, kejadian tersebut menyebabkan 20 warga hilang dan 14 lainnya luka-luka.

4. Penjelasan BNPB

Sumber : nasional.kompas.com

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, pada Minggu malam, 14 Februari 2021, terjadi bencana longsor di dekat WIB di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Data bencana BNPB, Direktur Pusat Informasi dan Komunikasi Raditya Jati mengatakan, Senin (15/2/2021), “Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi sekitar pukul 18.30 Minggu malam memicu longsor di Kabupaten Nganjuk.”

Dia menambahkan: “Pada saat yang sama, di Kabupaten Pasuruan, banjir terpantau pada pukul 23.50 WIB.”

5. Ada Warga yang Dirawat dan Mengungsi

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Longsor terjadi pada malam Minggu, 14 Februari 2021 yang diawali dengan hujan deras yang melanda Kabupaten Nganjuk.

Dalam musibah tersebut, selain longsor yang melanda sejumlah rumah, 23 orang juga belum ditemukan. Mereka masih mencari bantuan dari warga sekitar.

Selain itu, 14 warga sedang dirawat di Puskesmas Ngetos di Kabupaten Nganjuk. Petugas juga mencatat warga yang dievakuasi ke rumah Kepala Desa Ngetos. Saat ini ada 16 orang mengungsi.

Radtya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, mengatakan: “Warga yang terluka sudah dirawat karena absesnya. Longsor juga telah merusak 8 unit rumah.

BPBD Nganjuk melakukan pekerjaan tanggap darurat dengan dukungan pihak lain, seperti mencari dan mengevakuasi korban hilang. Selain itu, tim gabungan juga mengevakuasi warga yang terkena dampak di sekitar lokasi.

Ia mengatakan: “BPBD setempat terus melakukan pemantauan pasca bencana dan penilaian cepat di lokasi.”

Baca juga : Penyebab Banjir Semarang, Jakarta, Jawa Barat & Update Situasi Terbaru

6. 2 Warga Korban Tewas

Sumber : cnnindonesia.com

Dilaporkan hilang, empat korban longsor ditemukan di RT 01, RW 06, Dusun Selopuro, Kecamatan Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Semi, Kepala Dusun Selopuro, mengatakan ditemukan dua warga yang masih hidup dan dua lainnya tewas.

Semi mengatakan : “Kemarin korban hilang total 20 orang. Kami bertemu 4 orang, dua meninggal dunia dan dua luka-luka.”

Empat korban yang ditemukan adalah perempuan. Sementara, dua korban luka masih menjalani perawatan. Semi mengatakan: “Kedua (korban luka) yang menjalani perawatan mengalami luka berat dan cedera tulang. Satu dibawa ke rumah sakit di Nganjuk dan satu lagi dibawa ke rumah sakit di Puskesmas Ngetos.”

Masih ada 16 warga yang mencari petugas BPBD, Tagana, relawan, TNI-Polri dan warga. Sebelumnya diberitakan, pada Minggu (14/2/2021) sore, terjadi hujan deras di Desa Ngetos. Akibatnya, longsor melanda rumah warga RT 01, RW 06, Dusun Selopuro, dan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Delapan rumah terkena longsor. Kini, warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Katanya: “Seluruh warga RT 01, RW 06 sudah dievakuasi. Ada yang di rumah Pak Kades (Ngetos), ada yang di rumah saya,” ujarnya.