11 Fakta Rangga Bocah Aceh Yang Dibunuh Saat Lindungi Ibunya

11 Fakta Rangga Bocah Aceh Yang Dibunuh Saat Lindungi Ibunya

11 Fakta Rangga Bocah Aceh Yang Dibunuh Saat Lindungi Ibunya – Belum lama ini, publik dikejutkan dengan terbunuhnya bocah lelaki bernama Langa di Aceh.

11 Fakta Rangga Bocah Aceh Yang Dibunuh Saat Lindungi Ibunya

Sumber : depok.pikiran-rakyat.com

em-dat – Bocah berusia sembilan tahun itu harus menggunakan inisial SBH (46) setelah melindungi ibunya yang akan diperkosa oleh pelaku.

Peristiwa naas itu terjadi di Kecamatan Bilem Bain Kabupaten Aceh Timur.

Di himpun dari Pikiran-Rakyat.com Berikut Fakta-fakta Pembunuhan Rangga :

1. Pelaku Tahu Kondisi Rumah Korban

Sumber : kabartamiang.com

Sebelum menggugat, pelaku sudah mengetahui kondisi rumah korban. Hal itu dikomunikasikan langsung oleh Iptu Arief Sukmo Wibowo, Kepala Badan Reserse Kriminal Polres (Reskrim) Langsa. Pelaku mengetahui bahwa suami korban sering menangkap udang pada malam hari.

Rief mengutip pernyataan Arief Sukmo Wibowo, Senin, 12 Oktober 2020: “Membaca situasi seperti itu karena ada niat jahat untuk memuaskan keinginannya, sehingga pelaku akan segera mencari peluang.”

2. Korban Terbangun saat Pelaku akan Perkosa Ibunya

Sumber : newsmaker.tribunnews.com

Saat itu, pelaku diduga memasuki rumah korban pada Jumat malam, 9 Oktober 2020 malam.

Kemudian, ibu Rangga, DA, mencoba melawan niat pelaku untuk berbuat jahat.

Lange mendengar keributan itu, terbangun, dan mencoba membantu ibunya.

3. Korban Dibacok Pelaku hingga Tewas

Sumber : inipasti.com

Tak tinggal diam, Langa langsung melawan dan berusaha melindungi ibunya dari pelaku, pelaku menikam korban karena frustasi. Bahkan, ia melanjutkan perilaku tidak etisnya di semak-semak di sekitar rumah korban.

Seperti kita ketahui bersama, suami korban sedang mencari udang pada saat kejadian.

Baca juga : 8 Fakta Terbaru Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182

4. Pelaku Seorang Residivis

Sumber : lingkarkediri.pikiran-rakyat.com

Fakta lain menunjukkan bahwa pelaku jelas merupakan pelaku berulang dan dibebaskan karena adanya rencana asimilasi.Setelah dibebaskan dari penjara pelaku kembali ke kampung halamannya dan membuat kebun tidak jauh dari tempat tinggal korban.

5. Pelaku Sempat Membawa Jasad Korban

Sumber : beritakini.co

Menurut kabar, usai perbuatan cabul tersebut, pelaku pergi dan membawa jenazah Rangga.

Namun, polisi segera menemukan jasad bocah berusia sembilan tahun itu. Dalam keadaan korban memakai baju lengkap yang ditemukan.

6. Jasad Korban Ditemukan di Sungai

Sumber : beritamerdeka.net

Arief Sukmo mengatakan, jenazah Rangga ditemukan di sungai di Desa Alue Gadeng, Kecamatan Bireuem Bayeun, Aceh Timur sekitar pukul 15.40 WIB. Selain itu, Arief menambahkan, seluruh tubuh korban diselimuti rumput potong.

7. Pelaku Sempat Melawan Pihak Kepolisian

Sumber : indozone.id

Polisi menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pelaku mencoba melawan petugas dengan parang saat ditangkap.

Hingga akhirnya, petugas terpaksa melepaskan tiga tembakan di kaki mereka.

8. Korban Merupakan Siswa Berprestasi

Sumber : era.id

Aksi heroik Rangga pun tersebar luas dan mendapat pujian serta doa dari netizen, artis, dan tokoh masyarakat.

Rangga bersekolah di sekolah dasar di Medan, Sumatera Barat. Ia juga dikenal sebagai salah satu siswa berprestasi.

Namun, ia kemudian memilih tinggal di Aceh bersama ayah dan ibunya.

9. Korban Juga Merupakan Hafiz Quran

Sumber : indozone.id

Menurut laporan, Rangga tidak hanya berprestasi di sekolah, tetapi juga seorang Hafiz Quran berusia 9 tahun.

10. Ditemukan 10 Luka Bacok hingga Tusukan di Tubuh Korban

Sumber : acehherald.com

Anak laki-laki yang ibunya ditemukan berkelahi dengan pemerkosa ditemukan mengambang di sungai.

Ada banyak luka tusuk dan luka tusuk di tubuh korban.

Bocah itu tewas setelah dibunuh dengan parang oleh pembunuh Samsul Bahri.

Petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanza membuat laporan otopsi untuk bocah tersebut, berinisial Rg (9).

Seperti yang kita ketahui bersama, bocah tersebut diduga dibunuh oleh tersangka Samsul Bahri (36), kemudian ibunya yang masih muda memperkosa pelaku berinisial Dn (28).

Kasus tersebut terjadi di rumah seorang ibu rumah tangga pada Sabtu (10/10/2020) menjelang Subuh yang bertempat di sebuah desa di Aceh Timur.

Saat itu, suami korban sedang tidak ada di rumah karena sedang memancing, biasanya pada pagi atau sore hari saat pulang.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto SH SIK menyampaikan informasi terkini terkait hasil kematian korban melalui Iptu Arief S Wibowo, Ketua Tim Reserse Kriminal.

Iptu Arief menambahkan, setelah ditemukan, tim gabungan segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Langsa untuk diotopsi.

Hasil otopsi tim medis menunjukkan bahu kiri memiliki panjang 15 cm, lebar 5,5 cm, dan dalam 5,5 cm dengan luka.

Duri ada di leher kiri, panjang 8 cm, lebar 1,5 cm, dan dalam 2 cm. Potongan pada rahang kiri berukuran panjang 14,5 cm, lebar 2,5 cm, dan dalam 2 cm.

Kemudian, pada bagian leher depan juga terdapat luka tusuk dengan kedalaman 3,5 cm dan panjang 1,5 cm. Luka tusuk di bahu kiri berukuran lebar 1,5 cm, panjang 4 cm, dan dalam 3,5 cm.

Sayatan berada di sisi kiri leher dengan lebar 0,5 cm, dan luka kanan di dada bagian bawah. Duri ada di tangan kanan sampai pergelangan tangan, panjangnya 10 cm, lebarnya 1,5 cm, dan kedalamannya 5 cm.

Selain itu terdapat luka pada lengan kanan dengan panjang 5,5 cm dan lebar 2 cm, pada jari kelingking, jari manis dan jari tengah.

Ketua Tim Reserse Kriminal menjelaskan: Tim medis menduga korban meninggal karena benda tajam yang menyebabkan denyut nadi kiri terputus.

11. Pelaku juga Tewas di Sel Tahanan

Sumber : tribunnews.com

Menurut kabar, pelaku bernama Samsul Bahri tewas di Rutan Mabes Polri Langsa sekitar pukul 12.00 di Bank Dunia pada Ahad, 18 Oktober 2020.

Arief Sukmo Wibowo, Kepala Bagian Reserse Kriminal Polres Iptu Langsa, mengatakan pada Ahad, 18 Oktober 2020: “Ia meninggal di sel sekitar pukul 12 malam tadi.”

Polisi mengungkapkan bahwa Samsul Bahri dilarikan ke rumah sakit sehari sebelum kematiannya karena tidak mau makan atau minum.